TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tren Realisasi Investasi di Kota Serang Terus Meningkat, Semester Pertama 2026 Tertinggi di Banten

Berdampak Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:06 WIB
Ilustrasi Kota Serang.(Istimewa)
Ilustrasi Kota Serang.(Istimewa)

SERANG - Tren realisasi investasi di Kota Serang dalam empat tahun terakhir terus mengalami peningkatan positif dan tren tersebut diprediksi akan terus bertumbuh. Pada 2022, realisasi investasi tercatat Rp313 miliar dan naik menjadi Rp348 miliar pada tahun berikutnya. Kenaikan juga terjadi pada 2024 di angka Rp453 miliar dan pada 2025 kembali naik menjadi Rp810 miliar. Bahkan pada semester pertama 2026 realisasi investasi terus meroket dengan mencapai Rp840 miliar atas over target 129,23 persen dari target Rp650 miliar.

 

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang, Tb. Arief Teguh Prihadi mengatakan, atas raihan tersebut menempatkan Kota Serang menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Banten pada semester satu 2026. Ia menjelaskan, realisasi investasi menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan daerah.

 

“Pada semester pertama 2026, Kota Serang menunjukkan kinerja investasi yang sangat baik dengan capaian yang telah melampaui target tahunan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Banten. Dari target investasi semester pertama Rp650 miliar, namun terealisasi Rp840 miliar atau surplus 129,23 persen,” ungkap Tb. Arief Teguh Prihadi, saat ditemui tangselpos.id, di Kantor DPMPTSP Kota Serang, di Jalan Mayor Safei No. 3, Kotabaru, Kecamatan Serang, Selasa (4/8/2026) sore.

 

Purna Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XV ini mengatakan, dari realisasi Rp840 miliar terdiri atas Rp820 miliar atau 97,62 persen dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sisa Rp20 miliar atau 2,38 persen berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).

 

“Realisasi investasi ini kebanyakan berasal dari pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah, red), properti, BUMN dan BUMD. Dasar realisasi investasi di Kota Serang itu dari para pelaku usaha yang melaporkan kegiatannya melalui aplikasi LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal, red), kita rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha untuk melaporkan LKPM-nya,” terang Tb. Arief Teguh.

 

Menurutnya, hingga saat ini masih banyak pelaku usaha, baik pelaku usaha kecil maupun besar yang enggan menyampaikan LKPM melalui laman www.oss.go.id. Kata dia, hal itu kemungkinan pelaku usaha berpendapat jika menyampaikan LKPM akan berhubungan dengan kewajiban pajak.

 

“Karena semuanya sudah by system, apalagi dengannya OSS-RBA (Online Single Submission Risk-Based Approach/Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, red). Semuanya terintegrasi, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, para pelaku usaha harus melaporkan melalui LKPM, karena LKPM ini bagian dari OSS-RBA dan aplikasi lain seperti pajak, Kementerian Hukum dan lainnya itu nge-link,” paparnya.

 

Terkait korelasi realisasi terhadap serapan tenaga kerja, Arief mengatakan, tentunya ada dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, baik tenaga kerja lokal maupun asing. “Alhamdulillah realisasi investasi semester pertama ini berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Jadi dalam semester satu di Kota Serang itu penyerapan tenaga kerja itu sekitar 311 orang  tenaga kerja asing dan 1.142 orang tenaga kerja lokal dengan total 1.453 orang terserap untuk bekerja di semester pertama ini,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit