TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Bangun Industri di Indonesia, Bidik Pasar ASEAN dan Indo-Pasifik

Reporter & Editor : AY
Kamis, 03 September 2026 | 22:33 WIB
Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Putin. Foto : Ist
Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Putin. Foto : Ist

RUSIA – Presiden Prabowo Subianto mengajak para pengusaha Rusia meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia melalui investasi dan pembangunan industri bersama. Prabowo menilai kolaborasi tersebut dapat membuka peluang lebih besar bagi kedua negara, sekaligus memperluas akses pasar ke kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.


Ajakan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).


Di hadapan para kepala negara, kepala pemerintahan, pejabat, serta pelaku usaha yang hadir dalam forum tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia terbuka terhadap penguatan kerja sama ekonomi dengan Rusia. Menurutnya, hubungan kedua negara tidak cukup hanya bertumpu pada perdagangan, tetapi perlu diperluas ke sektor investasi, produksi bersama, pembangunan industri, hingga penciptaan nilai tambah.


“Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama,” ajak Prabowo.


Prabowo mengatakan, posisi geografis dan pasar Indonesia memberikan peluang strategis bagi perusahaan Rusia untuk mengembangkan bisnisnya. Investasi dan pembangunan industri di Indonesia dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk menjangkau pasar yang lebih luas di kawasan.


“Dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas,” ujarnya.


Dalam forum tersebut, Prabowo juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai salah satu instrumen yang dapat memperkuat kerja sama investasi antara Indonesia dan Rusia.


Menurut Prabowo, Danantara yang dibentuk Indonesia dengan aset kelolaan senilai 1 triliun dolar AS dapat menjadi penghubung bagi kepentingan investasi kedua negara.


“Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu,” kata Prabowo.


Prabowo juga membuka peluang kolaborasi antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF). Ia menekankan, kerja sama kedua lembaga investasi tersebut harus diarahkan pada pembiayaan proyek-proyek konkret yang memiliki kelayakan finansial.


“Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund atau RDIF, dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial,” tuturnya.


Lebih lanjut, Prabowo menegaskan kerja sama ekonomi Indonesia-Rusia harus menghasilkan proyek nyata dan memberikan manfaat yang terukur. Karena itu, setiap kesepakatan yang dicapai tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota atau pernyataan kerja sama semata.


Ia meminta setiap proyek memiliki kejelasan mengenai nilai investasi, skema pembiayaan, target, serta tahapan pelaksanaannya.


“Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menyebutkan nilainya, skema pembiayaannya, serta tahapan pelaksanaannya,” tegas Prabowo.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit