TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Masyarakat Tangsel Diimbau Waspadai Penyakit Muncul Di Musim Kemarau

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB
PENYAKIT KEMARAU. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan untuk mencegah penularan penyakit di musim kemarau.
PENYAKIT KEMARAU. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan untuk mencegah penularan penyakit di musim kemarau.

CIPUTAT-Kemarau panjang masih landa Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang bersih.

 

 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, penyakit yang paling berpotensi meningkat selama musim kemarau adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kondisi udara yang lebih kering dan berdebu menjadi salah satu faktor pemicunya.

 

 "Yang pertama pasti terkait infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA. Ini pasti akan banyak karena pengaruh cuaca," ujar Allin, Rabu (5/8).

 

 Selain ISPA, Allin mengingatkan, masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD). Menurutnya, meski identik dengan musim hujan, DBD tetap dapat berkembang saat musim kemarau karena banyak warga menyimpan cadangan air di dalam rumah.

 

 Ia menjelaskan, tempat penampungan air yang jarang dibersihkan berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.

 

 "DBD juga harus tetap diwaspadai. Terkadang orang jadi tidak waspada saat musim kemarau. Tempat-tempat penampungan air di dalam rumah sering terlupakan, padahal masih ada jentik nyamuk yang bisa berkembang biak," katanya.

 

 Di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih, seperti Kelurahan Keranggan, masyarakat juga diminta mewaspadai penyakit saluran pencernaan. Kurangnya ketersediaan air dapat berdampak pada kebersihan diri maupun lingkungan.

 

 "Penyakit seperti diare bisa juga terjadi. Jangan sampai karena air kurang, kebersihan jadi kurang terjaga," ucapnya.

 

 Selain diare, Allin menyebut, penyakit tifus atau tipes juga berpotensi muncul akibat makanan yang terkontaminasi karena sanitasi yang buruk. "Tipes sangat mungkin terjadi karena berasal dari kontaminasi makanan. Kalau kita tidak menjaga kebersihan, makanan bisa terkontaminasi," jelasnya.

 

 Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Menurut Allin, risiko tersebut dapat meningkat apabila kebersihan lingkungan tidak dijaga.

 

 "Zoonosis sangat bisa terjadi. Apa pun itu, kalau kita tidak menjaga kebersihan lingkungan, semua penyakit bisa muncul. Intinya lingkungan," tegasnya.

 

 Karena itu, Dinkes Tangsel mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, rutin membersihkan tempat penampungan air, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi upaya penting untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit selama musim kemarau.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit