Ayam Krispi Jadi Favorit Siswa Penerima MBG
Anak Lahap Menyantap, Ahli Gizi Pastikan Menu Tetap Bergizi
MAKASSAR – Ayam krispi menjadi salah satu menu favorit siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan. Setiap kali menu tersebut disajikan, makanan hampir selalu habis disantap.
SPPG Polda Sulawesi Selatan setiap hari menyiapkan dan mendistribusikan 2.946 porsi makanan bergizi ke 23 titik layanan. Distribusi tersebut mencakup 17 sekolah dari jenjang TK, SD, MI hingga SMP. Selain itu, layanan juga diberikan kepada tiga posyandu untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Salah satu penerima manfaat adalah SD Negeri Paccerakkang. Sebanyak 372 siswa mendapatkan makanan bergizi setiap hari.
Kepala SD Negeri Paccerakkang Siti Halijah mengatakan, para siswa selalu antusias menunggu makanan yang dikirim SPPG Polda Sulsel. Pihak sekolah juga tidak khawatir terhadap kualitas makanan karena proses pengolahan hingga distribusi mendapat pengawasan.
“Menunya juga beragam, jadi anak-anak tidak bosan. Selalu ada sayur dan buah, jadi tetap sehat dan bergizi,” kata Siti saat ditemui Rakyat Merdeka Group.
Menurut Siti, program MBG juga membantu meringankan beban keluarga siswa. Mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai buruh harian lepas, tukang bangunan, petani hingga pedagang kecil.
Antusiasme terhadap program tersebut bahkan tetap dirasakan setelah siswa lulus SD. Siti menceritakan, pernah ada orang tua siswa kelas VI yang datang ke sekolah meski anaknya sudah lulus dan sedang menunggu masuk SMP.
“Orang tua itu masih berharap anaknya tetap dapat jatah MBG. Karena di SMP belum mendapat MBG,” tuturnya.
Bagi siswa, MBG kini menjadi bagian dari rutinitas yang selalu dinantikan. Salah satunya Atika Aurelia, siswi kelas V SD Negeri Paccerakkang.
Saat ditemui, Atika baru saja menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, tahu krispi, telur bulat, tumis sawi dan wortel, serta jeruk.
“Enak, habis semua,” kata Atika sambil mengacungkan jempol.
Atika telah menerima MBG sejak duduk di kelas IV. Selama hampir setahun, ia sudah mencoba berbagai menu, mulai dari olahan telur, ayam hingga daging.
Dari sekian banyak menu, ayam krispi menjadi favoritnya.
“Saya paling suka ayam krispi,” ujarnya.
Respons siswa tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim ahli gizi SPPG Polda Sulsel dalam menyusun menu. Ahli Gizi SPPG Polda Sulsel Ivana Putri mengatakan, penyusunan menu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memastikan makanan disukai anak-anak sehingga tidak banyak terbuang.
“Jadi menu harus memenuhi gizi sekaligus disukai anak-anak,” ujarnya.
Ivana menjelaskan, tim gizi melakukan rapat perencanaan setiap pekan untuk menyusun siklus menu 10-14 hari. Dalam proses tersebut, kebutuhan gizi dihitung berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan disesuaikan dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelum diterapkan, menu terlebih dahulu melalui uji coba dapur dan food tasting internal. Tim juga berkoordinasi dengan penyedia bahan pangan untuk memastikan ketersediaan dan kesegaran bahan.
Menu kemudian disesuaikan dengan musim, harga pasar, kebiasaan makan anak serta kondisi distribusi. Setiap pekan, variasi makanan terus diperbarui, mulai dari masakan Nusantara hingga menu bergaya Barat.
Respons siswa menjadi bagian penting dalam evaluasi. Jika sebuah menu kurang diminati dan menyisakan banyak makanan, menu tersebut tidak akan kembali digunakan pada siklus berikutnya.
“Kalau ternyata tidak diminati dan sisa makanannya banyak, berarti tidak kami pakai lagi di siklus berikutnya,” jelas Ivana.
Dari hasil evaluasi, menu berbahan ayam masih menjadi pilihan favorit siswa. Ayam krispi maupun ayam goreng tercatat hampir selalu habis.
“Kalau ayam krispi disajikan, biasanya food waste-nya sangat sedikit. Hampir semua SPPG merasakan hal yang sama. Menu favorit anak-anak yaitu ayam krispi atau ayam Kentucky,” kata Ivana.
Meski ayam menjadi favorit, tim SPPG tetap berupaya memperkenalkan beragam sumber protein kepada siswa. Sesuai petunjuk teknis BGN, menu menggunakan empat sumber protein utama, yakni ayam, telur, daging sapi dan ikan.
Untuk menu ikan, pemilihannya dilakukan secara selektif, terutama ikan air tawar. Hal ini untuk meminimalkan risiko duri yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa saat makan.
Selain ayam, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai menu khas daerah, seperti sup saudara dan coto Makassar, serta menu Nusantara seperti nasi pecel. Sesekali, menu bergaya Barat seperti salad coleslaw juga disajikan agar anak-anak terbiasa mengonsumsi sayuran dalam berbagai bentuk.
Dengan demikian, menu MBG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sekaligus memastikan makanan benar-benar dinikmati para penerima manfaat.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 21 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




