TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Elektabilitas Tertinggi, Gerindra Tegaskan Tak Mau Terlena

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:50 WIB
Rapimnas Gerindra. Foto ; Ist
Rapimnas Gerindra. Foto ; Ist

JAKARTA – Partai Gerindra merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkannya sebagai partai politik dengan elektabilitas tertinggi jika Pemilu Legislatif digelar saat ini.


Dalam survei tersebut, Gerindra memperoleh elektabilitas 17,5 persen. Meski berada di posisi teratas, partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan tidak ingin terlena dengan capaian tersebut.


Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang tercermin dalam hasil survei tersebut. Namun, capaian itu justru menjadi dorongan bagi Gerindra untuk semakin meningkatkan kerja dan kehadirannya di tengah masyarakat.


“Tentu kami berterima kasih atas hasil survei yang menempatkan Gerindra mengungguli partai-partai lain. Namun, itu tidak membuat kami berpuas diri,” kata Bahtra, Minggu (9/8/2026).


Menurut Bahtra, Gerindra akan terus bekerja untuk kepentingan rakyat sekaligus mengawal berbagai kebijakan dan program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


“Partai Gerindra akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat dan terus bekerja untuk rakyat serta mengawal kebijakan-kebijakan dan program strategis pemerintahan Prabowo agar kemanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.


Sebelumnya, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut Gerindra masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan elektabilitas 17,5 persen.
Meski angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya, Gerindra tetap bertengger di posisi teratas.


“Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat. Meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini,” kata Dedi.


Dedi menilai posisi Gerindra tidak terlepas dari statusnya sebagai partai pengusung sekaligus salah satu kekuatan utama pemerintahan Presiden Prabowo.


Ia juga melihat adanya pergeseran preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian dukungan yang sebelumnya banyak mengarah kepada PDI Perjuangan (PDIP), mulai bergeser ke Gerindra.


“Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak,” jelasnya.


Dalam survei IPO, PDIP berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen. Golkar menyusul dengan 10,4 persen, Demokrat 8,1 persen, dan PKB 7 persen.
Berikutnya, PAN memperoleh 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen. Sementara PSI meraih 1,9 persen, PPP 1,6 persen, Perindo 0,9 persen, Partai Gerakan Rakyat 0,5 persen, Gelora 0,4 persen, dan Hanura 0,2 persen.


Adapun Partai Ummat, Partai Buruh, PKN, dan Partai Garuda belum memperoleh dukungan yang terukur dalam survei tersebut.


Meski demikian, peta elektabilitas partai politik masih sangat dinamis. IPO mencatat 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.


Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling, dengan kriteria berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.


Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. Komposisi responden terdiri dari 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit