Atasi Karhutla, Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter dan 15 Pesawat
JAKARTA – Pemerintah mengerahkan kekuatan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini telah melanda lebih dari 107.000 hektare wilayah Indonesia.
Sebanyak 43 helikopter dan 10-15 pesawat fixed-wing disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman dan penanganan karhutla.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengatakan, pengerahan armada udara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi meningkatnya risiko karhutla akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal September atau Oktober 2026.
"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 unit, sesuai dengan kebutuhan," ujar Djamari dalam konferensi pers di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).
Djamari menyebut, kondisi El Nino yang kuat turut meningkatkan potensi karhutla. Hingga Senin, luas hutan dan lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 107.000 hektare.
Menurutnya, operasi udara menjadi salah satu strategi penting dalam penanganan karhutla, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.

Helikopter untuk pemadaman Karhutla. Foto : Ist
Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan hujan yang dapat dimodifikasi. Tanpa awan yang memenuhi syarat, hujan buatan tidak dapat dilakukan.
"Selama awan hujan itu tidak bisa kita temukan, tidak ada, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan," jelasnya.
Pemerintah, lanjut Djamari, terus memantau perkembangan cuaca. Jika terdapat potensi awan hujan, OMC akan segera dilakukan.
Ia mengatakan, kemunculan awan hujan dapat membantu penanganan karhutla karena berpotensi menghasilkan curah hujan dengan volume besar dan cakupan wilayah yang luas.
Berdasarkan perkiraan, pada pekan ini hingga 18 Agustus 2026 terdapat tiga hingga empat peluang munculnya awan hujan.
"Semoga itu akan keluar awan hujan itu," ujarnya.
Selain mengandalkan operasi udara, pemerintah tetap memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat. Sejumlah alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di lokasi kebakaran juga disiapkan.
Salah satunya dengan menggunakan flexible tank untuk menampung dan mendistribusikan air. Pemerintah juga mempertimbangkan pembuatan sumur di sejumlah lokasi yang membutuhkan pasokan air.
Djamari menambahkan, pemerintah mewaspadai enam provinsi yang dinilai memiliki potensi karhutla tinggi di tengah fenomena El Nino.
Keenam provinsi tersebut yakni Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




