TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Cegah Judi Online Sejak Dini, Siswa SDN Cirendeu 03 Diedukasi Bijak Bermedia Digital

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di SDN Cirendeu 03, Rabu (12/8). Foto : Ist
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di SDN Cirendeu 03, Rabu (12/8). Foto : Ist

CIPUTAT TIMUR – Upaya mencegah anak terpapar judi online terus dilakukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Salah satunya melalui edukasi literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua di UPTD SDN Cirendeu 03, Rabu (12/8).


Kegiatan yang digelar bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara menggunakan teknologi dan internet secara bijak. Edukasi juga diarahkan untuk mengenalkan bahaya judi online sejak usia sekolah.


Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, edukasi tersebut menjadi penting karena anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Menurutnya, penggunaan teknologi harus dibarengi dengan kemampuan memilah informasi dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif.


“Hari ini Dharma Wanita PPATK mengadakan tambahan pelajaran, khususnya di SD Cirendeu 3. Ini bukan satu hari, bukan satu kegiatan, ada tiga rangkaian kegiatan. Yang intinya adalah memberikan pendidikan dan pelatihan, pengajaran kepada anak-anak tentang bijak menggunakan digital,” ujar Benyamin.

 

Foto : Ist


Ia menegaskan, upaya melindungi anak dari dampak negatif penggunaan gadget tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Orang tua memiliki peran penting karena pengawasan terhadap penggunaan gadget lebih banyak dilakukan ketika anak berada di rumah.


“Orang tuanya juga harus memahami soal deklarasi itu, karena nanti yang mengawasi di rumah soal bagaimana mereka mengendalikan gadget itu kan orang tuanya,” katanya.


Benyamin menyebut, pendidikan dan pengawasan anak harus dilakukan secara bersama-sama. Sekolah, keluarga, dan lingkungan memiliki porsi masing-masing dalam membentuk kebiasaan serta karakter anak di tengah perkembangan teknologi.


“Tadi sepertiga bagian di sekolah, sepertiga bagian di rumah, sepertiga bagian lainnya di lingkungan. Ini yang harus kita seimbangkan,” ungkapnya.


Dalam kegiatan tersebut, DWP PPATK juga memberikan dukungan berupa buku untuk perpustakaan sekolah. Bantuan tersebut berasal dari perpustakaan DWP dan Ikatan Pegawai PPATK sebagai bagian dari upaya mendorong minat baca siswa.


Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi Muslim mengatakan, perkembangan teknologi harus diiringi kemampuan anak dalam memilih dan menyaring informasi. Sebab, internet menyediakan berbagai macam informasi yang tidak semuanya memberikan dampak positif.


“Ilmu memang sekarang berserakkan. Sekarang tinggal kita bisa memilih secara bijak, kemudian memastikan anak-anak itu memanfaatkan internet yang baik, bukan untuk hal-hal yang merugikan, termasuk judi online,” kata Fithriadi.


Menurutnya, upaya menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi bukan hanya menjadi tugas sekolah. Peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah daerah juga dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, edukasi mengenai bahaya judi online penting diberikan sejak dini. Terlebih, anak-anak saat ini sudah sangat dekat dengan berbagai permainan berbasis digital.


Ia mencontohkan, sejumlah gim memiliki sistem pembelian dan pemberian poin yang dapat menjadi celah bagi anak untuk mengenal pola yang menyerupai aktivitas perjudian apabila tidak mendapatkan pengawasan.


“Anak-anak itu sudah mulai lagi dengan main game. Main gim yang kadang-kadang berbayar, beli kuota terus juga dapat poin, poinnya bisa dijual. Itu kan secara tidak langsung mereka sudah diracuni dengan gejala-gejalanya judi online,” jelasnya.


Deden berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Tangsel. Dengan begitu, edukasi mengenai penggunaan teknologi secara sehat dan pencegahan judi online dapat menjangkau lebih banyak siswa.


Selain literasi digital, DWP PPATK memberikan bantuan sebanyak 1.600 buku untuk perpustakaan sekolah. Bantuan tersebut diharapkan menjadi salah satu cara mengajak siswa kembali meningkatkan minat baca di tengah tingginya penggunaan gadget.


“Kami dapat bantuan, sosialisasi dari DWP-PPATK, perpustakaan isi buku. Ada 1.600 buku. Tentunya ini mencoba menaikkan minat baca siswa-siswi,” tutur Deden.


Menurutnya, aktivitas membaca perlu terus diperkuat agar anak tidak hanya menghabiskan waktu dengan gadget. Penggunaan teknologi tetap dapat dilakukan, namun harus diimbangi dengan kegiatan positif dan sumber pembelajaran yang mendukung perkembangan anak.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit