TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kekuatan Gempa NTT Melebihi Kolombia

Reporter & Editor : AY
Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:38 WIB
Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Foto : Ist
Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Foto : Ist

NTT - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Hingga sore hari, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah bangunan serta infrastruktur mengalami kerusakan.


Gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan pusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Guncangan kuat membuat warga panik dan bergegas menuju tempat aman setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami.


BNPB mencatat korban tersebar di sejumlah wilayah Flores. Kerusakan terjadi pada rumah warga, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan hingga sejumlah pelabuhan. Pelabuhan Laurentius Say Maumere menjadi salah satu lokasi terdampak parah setelah bagian bangunan roboh.


BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Busur Belakang Flores. Gempa dangkal dengan mekanisme sesar naik tersebut menyebabkan guncangan kuat.


Gempa NTT tercatat lebih besar dibandingkan gempa M7,4 yang mengguncang Kolombia pada 10 Agustus 2026. Namun, tingkat kerusakan tidak hanya ditentukan magnitudo, tetapi juga kedalaman gempa, jarak episenter, kondisi tanah, kualitas bangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.


BMKG juga mencatat puluhan gempa susulan. Tsunami kecil terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan gelombang tertinggi 0,94 meter di Maurole, Ende. Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri setelah kondisi muka air laut dinilai aman.


Pemerintah pusat dan Pemprov NTT terus melakukan pendataan, evakuasi, serta penanganan korban. Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajaran terkait bergerak cepat memastikan bantuan dan proses pencarian korban berjalan optimal.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit