329 Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
PONDOK AREN — Program perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menuntaskan ratusan rumah warga. Sepanjang 2026, sebanyak 329 unit rumah di tujuh kecamatan telah selesai diperbaiki.
Program yang dijalankan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Tangsel tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan warga miskin yang membutuhkan hunian lebih layak, aman, dan sehat.
Kepala Disperkimta Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, seluruh alokasi 329 unit RUTLH tahun anggaran 2026 telah terealisasi. Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah dengan jumlah rumah yang paling banyak mendapat bantuan.
“Program perbaikan RUTLH dilaksanakan berdasarkan hasil pengajuan, verifikasi dan skala prioritas sesuai ketentuan yang berlaku. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan dan benar-benar membutuhkan perbaikan hunian,” kata Aries.
Berdasarkan rekapitulasi Disperkimta, Pondok Aren mendapat alokasi 77 unit. Selanjutnya Kecamatan Serpong 56 unit, Ciputat 49 unit, Pamulang 40 unit, Serpong Utara 38 unit, Ciputat Timur 37 unit, dan Setu 32 unit.
Aries menjelaskan, setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp75 juta. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bahan bangunan serta jasa atau tenaga kerja untuk pengerjaan perbaikan rumah.
“Dengan demikian, seluruh target 329 unit tahun 2026 telah terealisasi. Program ini memberikan bantuan senilai 75 juta rupiah untuk setiap unit, yang diperuntukkan dalam bentuk bantuan bahan bangunan serta jasa atau tenaga kerja,” ujarnya.
Namun, tidak semua rumah yang diajukan otomatis mendapatkan bantuan. Pemerintah melakukan verifikasi dengan mempertimbangkan kondisi fisik hunian, keadaan sosial ekonomi calon penerima, hingga status kepemilikan dan penguasaan tanah.
Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Tangsel Nomor 110 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni. Salah satu sasaran program adalah masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat miskin.
Aries menyebut, calon penerima antara lain harus memiliki e-KTP dan/atau berdomisili di Tangsel, memiliki penghasilan di bawah upah minimum daerah atau merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH)/pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Selain itu, calon penerima harus memiliki tempat tinggal tetap yang tidak layak huni di atas tanah milik sendiri atau hak lainnya. Penerima juga tidak diperkenankan memiliki aset lahan atau bangunan lain dan belum pernah memperoleh bantuan perbaikan RUTLH dari pemerintah maupun lembaga lainnya.
Pengajuan bantuan dilakukan melalui ketua RT dan/atau RW. Pemerintah juga memberikan prioritas kepada warga yang sudah berkeluarga, berusia lebih dari 50 tahun, dan/atau penyandang disabilitas yang tidak produktif.
“Selain itu, penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang sudah berkeluarga, berusia lebih dari 50 tahun, dan/atau penyandang disabilitas yang tidak produktif,” tandas Aries.
Program perbaikan rumah tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Tangsel meningkatkan kualitas hunian sekaligus kualitas hidup masyarakat. Jumlah rumah yang ditangani pada 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, program RUTLH menangani ratusan rumah warga. Data Pemkot Tangsel mencatat sebanyak 386 unit rumah diperbaiki pada tahun tersebut, sementara pada 2026 alokasinya sebanyak 329 unit.
Meski demikian, Aries memastikan program tersebut tetap berlanjut. Penambahan jumlah rumah yang dapat ditangani pada tahun berikutnya akan menyesuaikan dengan dukungan anggaran yang tersedia.
“Pemerintah daerah memastikan program perbaikan RUTLH akan terus diarahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, program ini diharapkan menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat,” katanya.
Program RUTLH di Tangsel telah berjalan sejak 2017. Pada tahun pertama, sebanyak 206 unit rumah diperbaiki. Kemudian 151 unit pada 2018, 205 unit pada 2019, 205 unit pada 2020, 198 unit pada 2021, 200 unit pada 2022, dan 345 unit pada 2023.
“Program ini terlaksana sejak 2017, terus berlanjut,” pungkas Aries. (*)
REKAP RUTLH Per KECAMATAN TAHUN ANGGARAN 2026
SERPONG UTARA
- Jelupang: 5
- Pakujaya: 8
- Pondok Jagung: 7
- Pondok Jagung Timur: 4
- Paku Alam: 5
- Lengkong Karya: 5
- Pakulonan: 4
Jumlah : 38
SERPONG
- Serpong: 6
- Rawa Mekar Jaya: 8
- Ciater: 4
- Cilenggang: 7
- Rawa Buntu: 5
- Buaran: 9
- Lengkong Wetan: 7
- Lengkong Gudang: 5
- Lengkong Gudang Timur: 5
Jumlah: 56
PONDOK AREN
- Pondok Aren: 8
- Pondok Pucung: 13
- Pondok Jaya: 6
- Pondok Karya: 9
- Pondok Betung: 3
- Pondok Kacang Barat: 6
- Pondok Kacang Timur: 4
- Parigi: 9
- Parigi Baru: 7
- Jurang Mangu Barat: 7
- Jurang Mangu Timur: 5
Jumlah : 77
SETU
- Setu: 6
- Keranggan: 4
- Kademangan: 4
- Muncul: 5
- Bakti Jaya: 5
- Babakan: 8
Jumlah: 32
CIPUTAT
- Ciputat: 3
- Serua: 12
- Serua Indah: 16
- Cipayung: 5
- Jombang: 6
- Sawah: 4
- Sawah Baru: 3
Jumlah: 49
CIPUTAT TIMUR
- Pondok Ranji: 5
- Rempoa: 8
- Rengas: 4
- Cempaka Putih: 7
- Cirendeu: 8
- Pisangan: 5
Jumlah : 37
PAMULANG
- Pondok Benda: 8
- Pondok Cabe Ilir: 3
- Pondok Cabe Udik: 5
- Benda Baru: 4
- Bambu Apus: 5
- Pamulang Barat: 6
- Pamulang Timur: 6
- Kedaung: 3
Jumlah : 40
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Galeri | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu









