TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Haji Isam Disebut Pimpin Operasi Karhutla, Mensesneg: Tidak Benar

Reporter & Editor : AY
Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto :
Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto :

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.


Prasetyo menegaskan, informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. Bantahan itu disampaikan saat ditemui seusai menghadiri akad nikah Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).


“Tidak ada, tidak benar itu,” kata Prasetyo saat ditanya mengenai kabar penunjukan Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan.


Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang menyebut Haji Isam mendapat mandat dari Presiden Prabowo untuk memimpin operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. Namun, Prasetyo memastikan tidak ada penunjukan tersebut.


Menurut Prasetyo, pemerintah memang membuka ruang bagi semua pihak untuk membantu penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Namun, keterlibatan tersebut tidak berarti pihak di luar struktur pemerintahan memiliki kewenangan untuk menjadi koordinator operasi.


“Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya, tetapi kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kewenangannya bukan di situ,” ujarnya.


Prasetyo menjelaskan, pemerintah pusat telah menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk menangani karhutla di wilayah prioritas. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah serta personel di lapangan.


Untuk memperkuat penanganan, pemerintah mengerahkan 12.880 personel yang bertugas mendukung pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga pemantauan kualitas udara.


Pengawasan juga ditingkatkan di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas rawan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.


Penguatan pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


Sementara itu, Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan pada Sabtu (22/8/2026). Dalam kunjungannya, Prabowo berkoordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih guna memperkuat penanganan karhutla di lapangan.


Dalam rapat tersebut, pemerintah mengarahkan penambahan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman. Di antaranya empat helikopter pengebom air atau water bombing untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit dipadamkan dari darat.


Selain helikopter, pemerintah menyiapkan 100 unit pompa air, 2.000 unit alat pelindung diri (APD), cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air.


Berbagai langkah tersebut menunjukkan penanganan karhutla dilakukan sebagai operasi lintas sektor dengan melibatkan unsur pemerintah dan petugas di lapangan.


Dengan demikian, Prasetyo kembali menegaskan bahwa informasi mengenai Haji Isam yang disebut ditunjuk sebagai koordinator penanganan karhutla di Kalimantan tidak sesuai dengan keputusan pemerintah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit