Taksi Listrik Tertahan di Perlintasan Karet, Tersambar KRL
JAKARTA – Sebuah taksi listrik Green SM tertemper Commuter Line KA 5744B relasi Angke–Manggarai di perlintasan sebidang JPL 1 Karet, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026) malam. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.44 WIB.
KAI Daop 1 Jakarta memastikan pengemudi taksi dan tiga penumpangnya selamat dalam kejadian tersebut. Setelah insiden, petugas KAI bersama KAI Commuter, kepolisian, dan unsur pengamanan langsung melakukan penanganan di lokasi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, berdasarkan keterangan petugas di lapangan, taksi listrik tersebut sebelumnya memasuki area perlintasan JPL 1 Karet. Namun, kepadatan kendaraan di sisi keluar perlintasan menyebabkan mobil tidak dapat segera meninggalkan lokasi.
Akibatnya, sebagian badan kendaraan masih berada di ruang jalur kereta api ketika KA 5744B melaju dari arah Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet.
Petugas perlintasan sempat memberikan peringatan dan meminta pengemudi segera memindahkan kendaraannya dari jalur kereta. Namun, pada saat bersamaan kereta datang hingga akhirnya terjadi temperan.
Taksi tersebut kemudian berhasil dievakuasi dari jalur sekitar pukul 21.08 WIB. Untuk memastikan kondisi sarana dan keamanan perjalanan, KA 5744B harus menjalani pemeriksaan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Peristiwa itu menyebabkan perjalanan KA 5744B terlambat sekitar 30 menit. KAI Daop 1 Jakarta pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna Commuter Line yang terdampak.
KAI Ingatkan Pengguna Jalan
Franoto menegaskan, pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab dan aspek lain dalam kejadian tersebut diserahkan kepada pihak yang berwenang.
KAI juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melewati perlintasan ketika sirene telah berbunyi, palang mulai diturunkan, atau terdapat tanda-tanda kereta api akan melintas.
Pengguna jalan wajib memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Pengemudi juga harus menghentikan kendaraan apabila sinyal perlintasan berbunyi, palang pintu mulai ditutup, atau terdapat petunjuk lain yang menandakan kereta akan melintas.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas bersama. Patuhi rambu, marka, sirine, palang pintu, serta arahan petugas di perlintasan. Jangan mengambil risiko dengan menerobos atau memasuki jalur kereta api ketika perjalanan KA akan melintas," kata Franoto.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 17 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 19 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu








