Kiai Ma’ruf Amin Ingatkan Muktamar NU Bersih dari Pesanan dan Politik Uang
JAWA TIMUR - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengingatkan agar proses pemilihan kepemimpinan dalam Muktamar Ke-35 NU berlangsung jujur dan sesuai dengan hati nurani. Ia menegaskan, pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) tidak boleh didasarkan pada pesanan maupun kepentingan pihak tertentu.
KH Ma’ruf menyampaikan hal tersebut seusai berziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Hasbullah, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) malam.
Menurutnya, anggota AHWA harus dipilih oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) berdasarkan kapasitas dan kualitas calon, bukan karena intervensi atau pesanan pihak tertentu.
“Mekanisme AHWA itu dipilih oleh cabang (PCNU) dan wilayah (PWNU) dengan memilih orang yang terbaik dari yang ada. Bukan kemauan pihak tertentu, pesanan. Itu bukan AHWA,” ujar KH Ma’ruf, seperti dikutip NU Online.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi anggota AHWA. Di antaranya memiliki kapasitas keilmuan dan pengetahuan agama yang memadai, bersikap warak, serta tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak baik.
“Syarat menjadi AHWA, seorang ulama yang memiliki pengetahuan, kapasitas keilmuan yang cukup, warak, dan tidak dipengaruhi hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.
Karena itu, KH Ma’ruf meminta proses pemilihan dilakukan dengan mengacu pada kriteria tersebut dan memilih sosok yang dinilai paling memenuhi persyaratan.
“Memilih sesuai dengan kriteria, artinya memilih yang paling afdhol daripada yang ada,” katanya.
Selain soal mekanisme AHWA, KH Ma’ruf juga mengingatkan agar praktik politik uang atau money politic tidak terjadi dalam proses pemilihan kepemimpinan NU.
Menurutnya, praktik tersebut tidak pantas terjadi dalam organisasi keagamaan seperti NU. Ia meminta seluruh peserta muktamar mengedepankan hati nurani dalam menentukan pilihan.
“Ya kita harapkan itu tidak ada, jangan ada. Karena tidak layak kalau NU, kalau partai mungkin pantaslah, tapi kalau NU iya enggak pantaslah,” ujarnya.
KH Ma’ruf berharap seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU berjalan lancar tanpa praktik-praktik yang tidak terpuji. Ia juga berharap forum tersebut mampu menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan warga NU.
“Harapannya Muktamar ini berjalan dengan baik, tidak ada apa-apa, menghasilkan pemimpin yang memang diharapkan. Dan juga tidak ada yang berjalan dengan tidak terpuji, tidak baik, semuanya berjalan dan semua memilih pemimpinnya sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan tuntunan para ulama,” katanya.
Muktamar Ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Muktamar akan dibuka Presiden RI Prabowo Subianto.
Muktamar menjadi forum tertinggi NU untuk menentukan Ketua Umum PBNU dan Rais Aam. Selain membahas kepemimpinan, forum tersebut juga menjadi ruang pembahasan berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan yang berkembang di tengah warga.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 17 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu








