Jepang Kirim 3 Helikopter Bantu Padamkan Karhutla
JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian Jepang. Negeri Sakura mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook dan sekitar 600 personel untuk membantu operasi pemadaman di Kalimantan.
Tiga helikopter milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) tersebut diangkut menggunakan kapal amfibi JS Kunisaki. Kapal itu bertolak dari Jepang menuju Indonesia pada Minggu (30/8/2026).
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan, helikopter tersebut akan memperkuat operasi pemadaman dari udara dengan mengangkut dan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran.
"Tokyo akan melakukan segala upaya untuk membantu mencegah meluasnya dampak kerusakan," kata Koizumi, dikutip dari Japan Times dan NHK World.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, pemerintah Indonesia telah menerima informasi terkait rencana bantuan tersebut.
"Sudah dilaksanakan rapat persiapan site survey dalam rangka perbantuan Jepang, dalam hal ini untuk karhutla," ujar Berton, Minggu (30/8/2026).
Menurut Berton, tiga helikopter Jepang diharapkan dapat memperkuat operasi pemadaman udara, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
BNPB memperkirakan operasi dengan dukungan Jepang mulai dilakukan pada 10 September 2026. Sebelum itu, Jepang masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan, termasuk survei lokasi dan administrasi.
Di tengah persiapan bantuan tersebut, penanganan karhutla di sejumlah daerah masih menghadapi tantangan. Keterbatasan sumber air, medan yang sulit, cuaca panas, dan tiupan angin menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ristianto Pribadi mengatakan, jumlah hotspot di sejumlah wilayah memang mulai menurun. Penurunan terjadi di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi pada Sabtu (29/8/2026).
Namun, kondisi berbeda terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Jumlah hotspot di dua provinsi tersebut justru meningkat.
Berdasarkan data Sistem Informasi, Digital, dan Peringatan Dini Karhutla (SiPongi) Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, total hotspot nasional pada 29 Agustus 2026 mencapai 20.378 titik.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 18.092 titik pada 28 Agustus dan 14.788 titik pada 27 Agustus 2026.
Di Kalimantan Selatan, hotspot turun dari 1.354 menjadi 867 titik. Sumatera Selatan turun dari 1.036 menjadi 808 titik. Riau berkurang dari 265 menjadi 254 titik, sedangkan Jambi turun dari 181 menjadi 159 titik.
Sebaliknya, hotspot di Kalimantan Tengah meningkat dari 7.703 menjadi 8.488 titik. Di Kalimantan Barat, kenaikannya lebih signifikan, dari 3.384 menjadi 6.526 titik.
Ristianto menyebut hujan yang mengguyur sebagian wilayah Riau turut membantu pengendalian karhutla. Intensitas hujan bervariasi dan bahkan mencapai kategori lebat di sejumlah lokasi.
Kemenhut bersama tim gabungan terus melakukan patroli, ground check, pemadaman darat, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pemantauan untuk mencegah api kembali menyala.
Dukungan udara juga terus disiagakan melalui water bombing, patroli udara, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meminta pencegahan karhutla di Kalimantan dan Sumatera diperkuat dengan melibatkan aparat TNI hingga tingkat desa.
Hal tersebut dibahas Prabowo dalam rapat terbatas bersama Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden meminta penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan dan edukasi masyarakat juga harus diperkuat.
"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu



