TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jembatan Bambu Tegal Alur Bakal Diganti Beton, Pramono Tunggu Normalisasi Rampung

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:21 WIB
Jembatan bambu di Tegal Alur. Foto : Ist
Jembatan bambu di Tegal Alur. Foto : Ist

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akses penyeberangan warga di Tegal Alur, Jakarta Barat, akan dibangun kembali secara permanen. Jembatan bambu yang saat ini digunakan warga bakal diganti dengan jembatan beton setelah pekerjaan normalisasi saluran di kawasan tersebut selesai.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, jembatan lama sebelumnya dibongkar untuk mendukung pengerjaan Dinas Sumber Daya Air (SDA), khususnya proses pengerukan menggunakan alat berat.


"Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada alat yang kemudian harus melakukan pengerukan," kata Pramono di Jakarta, dikutip Minggu (30/8/2026).


Namun, proses pengerjaan tersebut menghadapi kendala setelah alat yang digunakan mengalami aksi vandalisme dan pencurian sejumlah suku cadang. Akibatnya, alat berat tersebut tidak dapat digunakan secara optimal.


"Tetapi yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada sparepartnya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi," ujarnya.


Pramono memastikan pekerjaan SDA tetap akan dilanjutkan. Setelah proyek tersebut rampung, Pemprov DKI akan membangun jembatan permanen sebagai pengganti jembatan bambu yang selama ini digunakan masyarakat.


"Maka untuk itu saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat," tuturnya.


Keberadaan jembatan bambu tersebut sebelumnya mendapat perhatian dari Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Gias Kumari Putra. Ia menyoroti kondisi akses warga di Gang Perkutut, Tegal Alur, Kalideres, yang selama sekitar dua tahun mengandalkan jembatan tersebut untuk menyeberang.


Menurut Gias, jembatan beton yang sebelumnya menjadi akses penghubung warga dibongkar agar alat berat dapat masuk dan melakukan pekerjaan normalisasi saluran. Namun, jembatan pengganti belum kunjung dibangun.


"Warga akhirnya menggunakan jembatan yang kurang layak. Karena itu, kami mendorong agar segera ada solusi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat," kata Gias dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).


Gias menilai Pemprov DKI tidak harus menunggu proyek jembatan permanen selesai untuk memberikan rasa aman kepada warga. Ia mendorong pemerintah dan pihak pelaksana proyek menyediakan jembatan sementara yang lebih representatif selama pekerjaan normalisasi berlangsung.


Dengan demikian, aktivitas warga tetap dapat berjalan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan saat menggunakan jembatan bambu yang ada saat ini.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit