TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hematologi Onkologi Tak Hanya Soal Kanker, Ini Gangguan Yang Ditangani

Reporter & Editor : Redaksi
Kamis, 03 September 2026 | 13:12 WIB
Pasien sedang jalani terapi kanker.(Foto: AI)
Pasien sedang jalani terapi kanker.(Foto: AI)

CIPUTAT-Hematologi onkologi merupakan salah satu bidang dalam kedokteran yang menangani penyakit kanker sekaligus berbagai gangguan pada darah dan sistem pembekuan darah.
 

Bidang ini memiliki cakupan yang cukup luas, mulai dari kanker dan tumor padat hingga kelainan sel darah merah, sel darah putih, serta gangguan hemostasis atau proses pembekuan darah.
 

Pada kelompok onkologi medik, penyakit yang ditangani antara lain Limfoma Non-Hodgkin (LNH) dan Limfoma Hodgkin. Penanganan juga dapat mencakup pasien dengan berbagai jenis kanker organ padat.
 

Beberapa di antaranya meliputi kanker payudara, paru-paru, kolorektal atau usus besar, nasofaring, ginekologi, urogenital, kulit, kepala dan leher, tiroid, osteosarkoma, hingga tumor jaringan lunak.
 

Dalam perjalanan penyakitnya, kanker juga dapat menimbulkan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Di antaranya Sindrom Lisis Tumor atau Tumor Lysis Syndrome dan Sindrom Vena Kava Superior (SVKS).
 

Pilihan terapi kanker tidak selalu sama pada setiap pasien. Selain kemoterapi, perkembangan pengobatan juga mencakup imunoterapi dan terapi target. Pemilihan terapi bergantung pada jenis kanker, kondisi pasien, hasil pemeriksaan, serta pertimbangan medis lainnya.


Gangguan Darah Juga Menjadi Bagian Hematologi Onkologi


Hematologi onkologi tidak hanya berkaitan dengan kanker. Sejumlah kelainan darah juga menjadi bagian dari bidang ini, termasuk gangguan pada sel darah merah atau eritrosit.
Beberapa kondisi yang dapat ditangani antara lain anemia aplastik, anemia hemolitik autoimun (AHA), anemia akibat penyakit kronik, serta thalassemia alfa dan beta.
 

Sementara, gangguan pada sel darah putih atau leukosit dapat mencakup leukemia akut, seperti Acute Myeloid Leukemia (AML) dan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL), serta Leukemia Granulositik Kronis atau Chronic Myeloid Leukemia (CML).
Gangguan pembekuan darah juga membutuhkan perhatian karena dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan perdarahan.
 

Kondisi seperti Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP), Hemofilia A dan B, serta Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) termasuk dalam gangguan yang berkaitan dengan sistem hemostasis.
 

Selain itu, hematologi juga berkaitan dengan sejumlah kondisi lain seperti Deep Vein Thrombosis (DVT), Trombositosis Esensial atau trombositosis primer, serta Polisitemia Vera.


Diagnosis Menentukan Penanganan


Banyaknya jenis penyakit yang termasuk dalam cakupan hematologi onkologi membuat pemeriksaan menjadi bagian penting sebelum menentukan terapi.
 

Gejala tertentu juga dapat muncul pada berbagai penyakit yang berbeda sehingga tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan dokter, pemeriksaan laboratorium, pencitraan maupun pemeriksaan lain dapat diperlukan sesuai kondisi pasien.
 

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi, dr. Eifel Faheri, SpPD, K-H.Onk.M, merupakan salah satu dokter yang menangani bidang tersebut di RS Sari Asih Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
 

Informasi mengenai cakupan hematologi onkologi tersebut menunjukkan bahwa bidang ini memiliki ruang lingkup yang lebih luas daripada pengobatan kanker. Gangguan darah, kelainan sel darah, hingga masalah pembekuan juga memerlukan evaluasi dan penanganan berdasarkan diagnosis masing-masing.
 

Karena setiap penyakit memiliki karakteristik dan tingkat keparahan berbeda, pilihan pengobatan perlu ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan hasil pemeriksaan medis.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit