SPPG Kolelet Mampu Sajikan Menu Variatif dan Bergizi dari Hasil Produk UMKM dan Petani Lokal
PANDEGLANG - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, menyerap produk pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan hasil panen petani lokal untuk kebutuhan menu gizi bagi siswa. Langkah ini sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Dari hasil penyerapan produk UMKM dan petani lokal, SPPG Kolelet bisa menyajikan menu yang bervariasi dan tentu bergizi kepada 3.000 penerima manfaat.
Akuntan SPPG Pandeglang Wilayah Picung Kolelet, Jamal Nur Mulyana mengatakan, dapur SPPG Kolelet rutin membeli bahan baku langsung dari petani dan pelaku UMKM lokal. “Komoditas yang paling banyak kami serap berupa sayuran, tahu, telur, dan beras. Setiap hari dapur ini membutuhkan kurang lebih sekitar 175 - 200 kilogram bahan pangan,” kata Jamal, Sabtu (5/9/2026).
Kata dia, setiap hari SPPG mengeluarkan biaya Rp28 juta untuk belanja kebutuhan logistik. Dengan demikian, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pemasok lokal bisa meningkat, pasca keberadaan dapur MBG ini. Contoh saja untuk pembelian tahun dan sayuran dialokasikan Rp1,8 juta dan beras Rp3 juta dalam satu hari. “Tentunya ini merupakan dampak langsung dari program MBG, petani tidak perlu jauh-jauh menjual ke pasar karena hasilnya langsung diserap dapur. Selain harga stabil, distribusi juga lebih cepat,” sambungnya.
Selain itu, SPPG Kolelet tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berperan mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa. “Kami ingin memastikan bahan pangan yang digunakan berasal dari petani sekitar. Dengan begitu, program gizi berjalan dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut Jamal menyampaikan, saat ini Dapur SPPG Pandeglang Picung Kolelet telah melayani 3000 penerima manfaat, yang tersebar di 19 sekolah. “Alhamdulillah saat ini yang sudah terlayani ada sekitar 3000 orang yang tersebar di 19 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat,” pungkasnya.
Sajikan Menu Variatif dan Bergizi
Sementara, Ahli Gizi pada SPPG Pandeglang Picung Kolelet, Kokom komariah mengatakan, berdasarkan rilis menu MBG periode 31 Agustus-4 September 2026, SPPG Picung Kolelet menyajikan menu berbeda setiap harinya dengan kandungan gizi yang dihitung untuk porsi besar dan porsi kecil.
“Rangkaian menu sepekan, untuk Senin menunya nasi putih, ayam Yakiniku, kacang merah balado, capcay, dan buah jeruk, dengan kandungan gizi kursi besar energi 626,18 kkal, Protein 22,9 gram, Karbohidrat 93,8 gram. Kemudian, hari Selasa menunya nasi putih, galantin teriyaki, tahu sc mentega, tumis sawi jagung dan buah pisang, dengan kandungan gizi porsi besar: energi 655,9 kkal, protein 23,9 gram,” ujar Kokom.
Kemudian Rabu menunya nasi putih, telur katsu, tempe balado, acer buncis campur wortel dan buah anggur, dengan kandungan gizi porsi besar energi 732,25 kkal, protein 28,1 gram. Lalu untuk hari Kamis menunya nasi putih, ayam kecap, tahu jremes, tumis buncis dan butren, buah lengkeng, dengan kandungan gizi porsi besar energi 603,55 kkal, protein 22,4 gram, Jumat nasi putih, bakso bumbu bakar, tahu kribo, sup wortel campur jagung, buah apel, dengan kandungan gizi porsi besar: Energi 613,51 kkal, protein 22,3 gram.
Lebih lanjut Kokom menyampaikan, sebagai keterbukaan informasi, SPPG Picung Kolelet secara kontinyu aktif menginformasikan menu harian melalui akun media sosial TikTok dan Instagram @sppgpicungkolelet001 agar orang tua dan masyarakat dapat memantau kualitas menu yang disajikan. “Dengan menu yang beragam dan bergizi, diharapkan program MBG dapat mendukung peningkatan kesehatan, konsentrasi belajar siswa, serta menggerakkan ekonomi lokal di Kabupaten Pandeglang,” tutupnya.(*)
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu



