Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Hujani Wilayah Pandeglang
Bupati Dewi Imbau Warga Pakai Masker & Kacamata
PANDEGLANG - Dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi sejak Jumat (4/9) lalu, kini di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang telah dihujani abu vulkanik. Mulai terasa hujan abu vulkanik tersebut di wilayah Pandeglang Kota pada Sabtu (5/9) malam.
Bahkan, sampai saat ini (Minggu, 6/9), abu vulkanik terlihat jelas berterbangan, tebal menempel pada kendaraan, teras rumah dan pada masuk ke rumah warga karena tertiup angin. Warga juga langsung meningkatkan kewaspadaan dengan berinisiatif berbondong-bondong ke supermarket untuk membeli masker.
Untuk diketahui, sejak Kamis (2/7) lalu, GAK sudah ditetapkan status siaga level III karena Gunung Api aktif, masyarakat, pengunjung/wisatawan, pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif. Pada Jumat (4/9) lalu, erupsinya terus menerus sampai 25 jam, hingga mengeluarkan dentuman atau gemuruh, dan getaran yang sempat menimbulkan kepanikan kepada masyarakat.
Salah seorang warga Kecamatan Majasari, Eneng mengungkapkan, hujan abu vulkanik mulai terasa di wilayahnya pada pukul 19.00 WIB. Saat itu, terasa saat dia bersama keluarganya berkunjung ke rumah temannya wilayah Kecamatan Koroncong.
“Terasa hujan abu vulkanik itu semalam (Sabtu malam,red), diperkuat pada saat saya mau pulang dari rumah teman, mobil saya banyak abu vulkaniknya, tebal banget,” jelas Neng, Minggu (6/9).
Bahkan lanjutnya, pas bangun tidur melihat ke luar rumah, teras rumah dan kendaraan yang terparkir di garasi, sudah terlihat kotor oleh abu vulkanik. “Abu dari erupsi Anak Krakatau banyak banget, teras rumah juga pada kotor banget,” katanya.
Untuk mengantisipasi terhirup ke dalam tubuh katanya, dia langsung mencari masker ke supermarket. Namun, tak sedikit supermarket yang berada di wilayah Kecamatan Majasari kehabisan stok penjualan masker.
“Pada habis masker di supermarket, saya ke beberapa supermarket nyari masker habis terus. Alhamdulillah, akhirnya saya dapat juga maskernya di salah satu supermarket yang berada di wilayah Ciekek Pandeglang,” katanya.
Sementara, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, selain meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. Bupati Dewi juga minta masyarakat waspada dan antisipasi terhadap bahaya abu vulkanik.
Maka dari itulah, Bupati Dewi memberikan imbauan kepada masyarakat Kabupaten Pandeglang agar memakai masker untuk melindungi diri saat melakukan aktivitas.
“Abu vulkanik dari erupsi GAK dapat mengganggu kesehatan jika terhirup atau mengenai mata dan kulit. Maka dari itulah Ibu (Dewi menyebut dirinya) mengimbau agar masyarakat mengenakan masker, kacamata pelindung,” imbaunya.
Ia juga menyarankan, agar tetap di dalam ruangan saat abu tebal menyebar. Begitu juga masyarakat diminta rajin membersihkan badan usai seharian melakukan aktivitas.
“Perbanyak minum air putih untuk menjaga daya tahan tubuh. Cuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan. Bersihkan abu dari atap, halaman, saluran air secara berkala,” pesannya.
Bupati Dewi menambahkan, pihaknya juga sudah memerintahkan semua tim medis atau kesehatan di seluruh rumah sakit dan puskesmas siaga. Bahkan katanya, sudah diimbau agar membagikan masker secara gratis.
“Ibu sudah siapkan tim kesehatan juga, kalau masyarakat ada keluhan sesak dan gatal serta lainnya agar cepat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Pihak puskesmas juga sudah mulai bagi-bagi masker gratis,” tandasnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pendidikan | 12 jam yang lalu




