Pemkot Tangsel Pepanjang PJJ 2 Hari
Antisipasi Debu Abu Vulkanik
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa TK, SD, dan SMP selama dua hari ke depan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk mencegah paparan abu vulkanik yang masih ditemukan di lingkungan Tangsel.
Keputusan tersebut merupakan hasil rapat evaluasi yang digelar di rumah dinas Wali Kota Tangsel, Kecamatan Seepong, Senin (7/9) malam. Rapat membahas perkembangan terbaru sebaran abu vulkanik serta kondisi kualitas udara di wilayah Tangsel.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel menetapkan PJJ Senin (7/9) untuk sementara. Namun, setelah dilakukan evaluasi, kebijakan tersebut diperpanjang hingga Rabu (9/9). PJJ berlaku bagi sekolah negeri maupun swasta.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, keputusan itu diambil setelah melihat perkembangan sebaran abu vulkanik sekaligus mempertimbangkan kondisi lingkungan di wilayah Tangsel dan arahan Gubernur Banten, Andra Soni.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Keputusannya adalah yang pertama bahwa pembelajaran jarak jauh untuk tingkat SMP, SD, dan di bawahnya, TK, itu akan kita perpanjang untuk dua hari ke depan,” ujar Benyamin.
Menurut Benyamin, berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik dari aktivitas gunung api di kawasan Krakatau lebih banyak bergerak ke arah barat dan barat daya. Sementara sebaran ke arah timur relatif tidak signifikan.
Meski demikian, abu vulkanik yang sebelumnya telah terbawa ke Tangsel masih dapat ditemukan di sejumlah lingkungan. Abu tersebut antara lain masih berada di genting rumah, pepohonan, hingga jalan.
“Melihat perkembangan bahwa walaupun erupsi atau sebaran debu vulkanik, abu vulkanik dari gunung-gunung Krakatau ini lebih kepada ke arah barat dan barat daya, kemudian ke arah timur ini tidak terlampau signifikan,” katanya.
“Kita ingin mengantisipasi debu-debu vulkanik, abu vulkanik yang masih ada di lingkungan Tangerang Selatan, di genting, di pohon, di jalan terutama, ini masih ada,” lanjut Benyamin.
Karena itu, Pemkot Tangsel memilih memperpanjang PJJ untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah, sekaligus memberikan waktu bagi pemerintah dan masyarakat melakukan penanganan terhadap sisa abu vulkanik di lingkungan masing-masing.
Benyamin menegaskan, kebijakan tersebut juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar serta arahan Gubernur Banten. Pemkot Tangsel terus memantau perkembangan kondisi abu vulkanik dan kualitas udara sebelum menentukan kebijakan selanjutnya. “Sesuai juga dengan arahan Bapak Gubernur,” tegasnya.
Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Tangsel hingga Senin malam masih berada dalam kategori sedang. Berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, indeks kualitas udara tercatat berada di angka 65 atau kategori sedang.
Sementara, berdasarkan Air Quality Index (AQI) milik Kementerian Kesehatan, indeks kualitas udara berada di angka 83 dan juga masih dalam status sedang.
“Antara lain adalah bahwa dari angka ISPU, Indeks Standar Pencemaran Udara, milik Kementerian Lingkungan Hidup, angka kita sebanyak 65 kondisi sedang. Kemudian air quality index milik Kementerian Kesehatan, angka kita 83 juga dalam status sedang. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Meski kondisi udara masih tergolong sedang, Benyamin menyebut perkembangan aktivitas gunung api dan sebaran abu vulkanik tetap perlu diwaspadai. Sebab, arah dan intensitas sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu.
“Tapi kan kita yang namanya erupsi gunung ini kan tidak bisa kita prediksi,” ujarnya.
Pemkot Tangsel, lanjut Benyamin, masih memantau perkembangan melalui BPBD Tangsel serta memperhatikan data terbaru dari BMKG dan BPBD Provinsi Banten.
“Saya masih memantau informasi melalui BPBD kita, data-data terakhir dari BMKG dan dari BPBD Provinsi Banten,”
terangnya.
Benyamin Davnie mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya dari BMKG, hingga Senin abu vulkanik masih terpantau menyebar di wilayah Tangsel.
“Sampai dengan hari ini, suhu udara 34 derajat Celcius dan masih ada abu vulkanik,” kata Benyamin.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Tangsel karena partikel abu vulkanik berpotensi kembali beterbangan ketika tertiup angin. Karena itu, diperlukan langkah penanganan agar abu yang sudah mengendap tidak kembali menyebar dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Benyamin menambahkan, Pemkot Tangsel juga terus memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui fasilitas kesehatan yang berada di wilayahnya. Data dari puskesmas dan fasilitas kesehatan akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat dampak sebaran abu vulkanik terhadap kesehatan warga.
“Masih tetap berjalan dan harus terus berjalan. Bahkan saya ingin menyiagakan dan meminta data dari Puskesmas serta faskes kita mengenai seberapa besar angka ISPA saat ini. Ini juga akan menjadi bahan evaluasi kami,” tegasnya.
Sementara, Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan berdasarkan pantauan citra BMKG pada pukul 07:00 hingga 14:00 WIB, Senin (7/9), sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terpantau konsisten.
Arah pergerakan abu berada pada jalur barat daya hingga barat laut dengan ketinggian sekitar 15.000 kaki atau setara 4,5 kilometer. Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah perairan, Banten, Lampung, hingga sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Barat.
“Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan pantauan citra BMKG masih terpantau konsisten. Arah pergerakannya berada pada jalur barat daya hingga barat laut,” ujar Dian.
Meski abu vulkanik masih terpantau, Dian mengimbau masyarakat tidak panik. Warga tetap dapat menjalankan aktivitas dengan memperhatikan perlindungan diri, terutama ketika berada di luar ruangan.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu






