Polisi Gunakan Water Cannon Bersihkan Abu Vulkanik Di Jalan Utama
PANDEGLANG - Pasca dihujani abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di wilayah Kabupaten Pandeglang, pihak Polres Pandeglang telah mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk membersihkan abu vulkanik yang berserakan di beberapa titik ruas jalan utama Pandeglang.
Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi, mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk mengurangi endapan abu vulkanik yang masih bertebaran di sejumlah ruas jalan utama, seperti jalan protokol di Kabupaten Pandeglang.
“Tadi pagi (Selasa pagi) kami sudah melakukan penyemprotan ruas jalan yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata AKBP Dhyno Indra Setyadi, Selasa (8/9).
Dhyno menegaskan, penyemprotan akan dilanjutkan ke ruas jalan lainnya, termasuk kawasan permukiman warga. Polres Pandeglang juga menggandeng TNI AD dalam penanganan abu vulkanik tersebut.
“Nanti kami akan mulai memasuki kawasan permukiman lainnya. Kami juga dibantu rekan-rekan TNI AD yang memiliki kendaraan water cannon,” katanya.
Sementara, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak abu vulkanik, Babinsa Koramil 0108/Bojong, Kodim 0601/Pandeglang, bersama perangkat Desa Kolelet melaksanakan kegiatan pembagian masker kepada warga dan pengguna jalan, di wilayah Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang.
Babinsa Koramil 0108/Bojong,
Kopka Agus, mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah desa kepada masyarakat di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi dampak aktivitas abu vulkanik.
“Penggunaan masker diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat dari paparan debu atau partikel di udara yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan,” katanya.
Selain membagikan masker, Babinsa dan perangkat desa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, namun tidak panik dalam menyikapi perkembangan aktivitas Gunung Krakatau.
“Warga diminta untuk selalu memperhatikan informasi dan arahan dari instansi terkait, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” pungkasnya.
Sekretaris Desa Kolelet, Supriatna menyatakan, sangat mendukung penuh kegiatan tersebut. Katanya, sinergi antara Babinsa dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi bencana alam.
“Upaya tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, serta dapat mengambil langkah-langkah pencegahan secara tepat,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Untuk menghadapi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini masih berstatus Level III atau Siaga, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan langkah cepat memperkuat kesiapsiagaan ratusan personel Tim Gabungan.
Tim Gabungan yang terdiri jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, TNI, Polri dan seluruh unsur terkait lainnya, melakukan Apel Bersama dalam rangka Pengerahan Satgas PRCPB Kodam III/Siliwangi dalam rangka perbantuan penanggulangan bencana erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Korem 064/MY (Kodim 0601 Pandeglang), di Alun-alun Pandeglang, Senin (7/9).
Bupati Dewi menegaskan, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau harus disikapi secara serius, terukur dan berdasarkan informasi resmi dari instansi yang berwenang.
“TNI, Polri dan seluruh unsur terkait berada dalam kondisi siap untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan apabila terjadi perkembangan situasi kedaruratan,” tegasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu





