TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Lapangan Basket Ahmad Yani Ditutup Sementara

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 09 September 2026 | 10:00 WIB
GARIS KUNING: Perbasi Kota Tangerang memasang garis kuning pertanda lapangan basket Alun-Alun Ahmad Yani ditutup, Selasa (8/9). ARI SUJATMIKO/SATELIT NEWS
GARIS KUNING: Perbasi Kota Tangerang memasang garis kuning pertanda lapangan basket Alun-Alun Ahmad Yani ditutup, Selasa (8/9). ARI SUJATMIKO/SATELIT NEWS

TANGERANG—Garis kuning membentang di lapangan basket Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Selasa, (8/9). Lapangan terbuka yang dinding dan permukaannya dihiasi sejumlah mural seniman Kota Tangerang termasuk lukisan bergambar Ahmad Yani, itu ditutup sementara di tengah kewaspadaan terhadap aktivitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang melanda Kota Tangerang.

 

Penutupan dilakukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tangerang. Ketua Perbasi Kota Tangerang Andri S. Permana mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka.

 

“Bagi kami, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata Andri, Selasa (8/9).

Menurut Andri, olahraga basket memiliki karakter berbeda dengan aktivitas luar ruang lainnya. Pemain bergerak aktif dan sulit menggunakan masker selama permainan. Karena itu, anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dinilai tidak mudah diterapkan bila lapangan tetap dibuka.

 

Perbasi, kata dia, memilih menutup sementara lapangan yang selama ini menjadi salah satu titik bermain basket paling ramai di Kota Tangerang. Keputusan itu diambil sembari menunggu perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau serta arahan pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangerang. Andri belum memastikan kapan lapangan tersebut akan kembali dibuka. 

 

“Selama status belum berubah, kita masih di siaga tiga terkait aktivitas Anak Gunung Krakatau,” ujarnya.

Ia mengatakan Perbasi akan terus memantau kondisi tersebut. Jika situasi dinyatakan normal, lapangan akan segera dibuka kembali. Penutupan lapangan Ahmad Yani membuat akses warga terhadap salah satu ruang olahraga publik di pusat Kota Tangerang berkurang. Lapangan itu selama ini tidak hanya digunakan atlet atau komunitas basket, tetapi juga warga dari berbagai kelompok usia.

 

Aktivitas di lapangan tersebut berlangsung hampir sepanjang hari. Warga datang sejak pagi hingga malam, bahkan masih ada yang bermain hingga tengah malam.

 

Andri mengatakan kondisi itu menjadi pertimbangan lain bagi Perbasi. Jika lapangan tetap dibuka saat situasi belum memungkinkan, jumlah warga yang berpotensi terpapar risiko kesehatan akan semakin banyak.

 

“Kita tidak ingin aktivitas yang sebenarnya positif justru menimbulkan risiko,” kata dia.

 

Perbasi meminta pemain basket, baik atlet maupun warga umum, mengikuti kebijakan pemerintah selama kondisi belum normal. Warga tetap dapat berolahraga dengan memilih fasilitas dalam ruang sebagai alternatif.

 

Andri mengatakan olahraga tidak harus dihentikan. Yang perlu dihindari, kata dia, adalah aktivitas basket di ruang terbuka selama situasi masih dalam pemantauan.

 

“Kita bisa tetap hidup sehat, bisa beraktivitas olahraga, mungkin tidak untuk main basket di luar ruang. Bisa kita alihkan di fasilitas-fasilitas olahraga indoor yang ada di Kota Tangerang,” ujarnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit