TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik

Reporter & Editor : Redaksi
Rabu, 09 September 2026 | 10:15 WIB
ils
ils

TANGERANG — Masker dibagikan kepada warga yang melintas di kawasan Bunderan Tugu Adipura, Kota Tangerang, Selasa (8/9/2026). Sejumlah aktivis mahasiswa dan kepemudaan bersama DPRD Kota Tangerang turun langsung ke jalan untuk mengajak masyarakat lebih waspada terhadap potensi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

 

Pembagian masker itu tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan. Para aktivis justru mengingatkan warga agar mengambil langkah sederhana untuk melindungi saluran pernapasan sekaligus tidak mudah mempercayai informasi mengenai aktivitas vulkanik yang belum terverifikasi.

 

Ketua DPC GMNI Kota Tangerang Elwin Mendrofa mengatakan, kewaspadaan perlu dibangun tanpa membuat masyarakat cemas.

 

"Kami tidak ingin masyarakat panik, tetapi harus tetap waspada. Masker ini merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko menghirup partikel debu atau abu vulkanik apabila kondisi udara terdampak," ujar Elwin.

 

Menurut Elwin, situasi yang berkaitan dengan bencana atau aktivitas gunung api kerap diikuti beredarnya berbagai informasi di masyarakat. Karena itu, ia meminta warga merujuk pada informasi resmi dari pemerintah dan lembaga yang memiliki kewenangan.

 

"Yang paling penting adalah mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga yang berwenang. Aktivis mahasiswa harus hadir memberikan edukasi, bukan justru membuat masyarakat semakin khawatir," katanya.

 

Bagi kalangan mahasiswa, aksi tersebut juga menjadi bentuk kehadiran organisasi kemasyarakatan di tengah warga. Ketua HMI Kota Tangerang Doni mengatakan, mahasiswa tidak cukup hanya menyampaikan kritik atau gagasan di ruang diskusi.

 

"Mahasiswa tidak boleh hanya berbicara di ruang-ruang diskusi. Ketika masyarakat membutuhkan, kita harus turun langsung," ujar Doni.

 

Ia mengatakan pembagian masker memang merupakan tindakan sederhana. Namun, kegiatan itu diharapkan dapat mengingatkan masyarakat bahwa perlindungan kesehatan dapat dimulai dari langkah yang mudah dilakukan.

 

Doni meminta perhatian lebih diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta warga yang harus banyak beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

 

Hal senada disampaikan Ketua PMII Kota Tangerang Oki. Menurut dia, kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak abu vulkanik tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

 

"Penanganan potensi dampak abu vulkanik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Semua elemen masyarakat harus ikut berperan," kata Oki.

 

Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, terutama dalam penyampaian informasi mengenai kondisi udara dan kemungkinan dampaknya bagi masyarakat.

 

Sementara itu, Plh Ketua DPRD Kota Tangerang Andri S. Permana mengapresiasi keterlibatan organisasi mahasiswa dan kepemudaan dalam aksi tersebut. Ia menilai langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum masyarakat menghadapi dampak yang lebih besar.

 

"Prinsipnya jangan menunggu terjadi dampak baru kemudian bergerak. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini," ujar Andri yang juga Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang.

 

Ia meminta masyarakat tetap tenang sembari mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Penggunaan masker, kata dia, dapat dilakukan apabila memang diperlukan sesuai kondisi lingkungan.

 

Andri juga menekankan agar kelompok masyarakat yang rentan mendapat perhatian apabila terjadi penurunan kualitas udara.

 

"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. DPRD tentu siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi dan memberikan perlindungan kepada warga," tuturnya.

 

Aksi di kawasan Tugu Adipura itu pada akhirnya tidak hanya menjadi kegiatan pembagian masker. Aktivis dan DPRD juga menjadikannya sebagai sarana mengingatkan warga bahwa menghadapi potensi bencana membutuhkan dua hal sekaligus: kewaspadaan dan informasi yang benar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit