TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Budidaya Maggot Keranggan Olah Sampah Organik dari Rumah Tangga hingga MBG

Oleh: Silmi MG
Editor: AY
Jumat, 11 September 2026 | 11:28 WIB
Budidaya maggot di Kampung Ekowisata Keranggan, Kecamatan Setu. Foto : Silmi MG
Budidaya maggot di Kampung Ekowisata Keranggan, Kecamatan Setu. Foto : Silmi MG

SETU — Budidaya maggot di Kampung Ekowisata Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, menjadi salah satu upaya warga dalam mengurangi timbunan sampah organik. Sejak mulai dikembangkan pada 2021, budidaya tersebut memanfaatkan berbagai jenis sisa makanan dari lingkungan sekitar sebagai pakan maggot.


Pengelola Budidaya Maggot Keranggan, Ade Sukarya, mengatakan proses budidaya diawali dengan menetaskan telur maggot. Setelah menetas, larva kemudian dipelihara hingga berkembang dengan diberikan sampah organik secara teratur dan sesuai kebutuhan.


Menurut Ade, bahan pakan maggot diperoleh dari sejumlah sumber, mulai dari limbah rumah tangga, warung makan, pedagang buah hingga sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Jenis sampah organik yang biasa diberikan ke maggot antara lain sisa makanan dari limbah rumah tangga, warung makan, sisa dari MBG, limbah pedagang buah, dan lainnya,” tutur Ade, Jumat (11/9/2026).

 

 

 Ade Sukarya Pengelola Budidaya Maggot Keranggan, . Foto : Silmi MG


Ia menjelaskan, keberadaan budidaya maggot memberikan manfaat langsung terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat Keranggan. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi dibuang begitu saja kini dapat dipilah dan dimanfaatkan sejak dari sumbernya.


“Manfaat yang kami rasakan dengan adanya budidaya maggot tentu sampah organik yang dihasilkan dari masyarakat Keranggan paling tidak berkurang, terpilah dan terolah dari hulu,” jelasnya.


Budidaya maggot tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Kampung Ekowisata Keranggan mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, limbah organik dapat dimanfaatkan dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan.


Pengolahan sampah melalui budidaya maggot diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang terbiasa memilah, mengurangi, dan mengolah sampah organik secara mandiri.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit