Pupuk Bio-Organik Asal Singapura Bikin Bawang Merah Tumbuh Subur di Tangsel
CIPUTAT – Uji coba penggunaan pupuk bio-organik asal Singapura pada budidaya bawang merah di Kota Tangerang Selatan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tanaman bawang merah varietas Batu yang dibudidayakan melalui demonstration plot (demplot) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Ciputat, berhasil tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang lebih besar dibandingkan metode konvensional.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan panen hasil demplot bawang merah yang dirangkaikan dengan Pasar Murah Hasil Bumi, Selasa (9/6). Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, kelompok wanita tani, penyuluh pertanian, serta perwakilan PT BIOARK Indonesia Nusantara.
Benyamin mengatakan, demplot tersebut merupakan bagian dari penjajakan kerja sama antara Pemkot Tangsel dengan perusahaan pengembang pupuk bio-organik. Hasil awal yang diperoleh dinilai cukup menjanjikan, terutama karena bawang merah umumnya lebih cocok ditanam di wilayah dataran tinggi.
"Iya, dalam rangka penjajakan kerja sama. Ternyata produksinya hasilnya lebih baik. Bawangnya lebih besar, kemudian yang paling menakjubkan adalah bawang yang semestinya sulit tumbuh di daerah seperti kita karena faktor ketinggian wilayah, ternyata produksinya sangat bagus," ujar Benyamin.
Menurutnya, keberhasilan uji coba tersebut membuka peluang untuk mengembangkan budidaya bawang merah di wilayah Tangsel yang selama ini dikenal memiliki karakter dataran rendah dengan suhu relatif panas.
"Ke depan, bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, kita akan coba jajaki kerja sama penggunaan pupuk yang diperkenalkan ini," katanya.
Benyamin menjelaskan, saat ini penggunaan pupuk tersebut baru diuji pada tanaman bawang merah dan belum diterapkan pada komoditas lain seperti cabai. Namun hasil yang diperoleh dari demplot menjadi modal penting untuk pengembangan berikutnya.
"Iya, baru diuji coba untuk bawang saja. Karena spesifikasi bawang yang tidak mudah tumbuh di daerah dataran rendah dengan cuaca panas, ternyata hasilnya cukup baik," ungkapnya.
Jika efektivitas pupuk tersebut terus terbukti, Pemkot Tangsel membuka peluang untuk memperluas pemanfaatannya kepada masyarakat. Langkah itu diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan produksi pertanian perkotaan.
"Kalau ini berhasil, pupuk yang digunakan bisa kita produksi lebih banyak dan kita sebarkan ke masyarakat supaya kebutuhan konsumsi rumah tangga bisa dipenuhi sendiri. Makanya di sini hadir juga kelompok wanita tani untuk melihat demonstrasi ini," jelasnya.
Sementara itu, CEO BIOARKGLOBAL sekaligus PT BIOARK Indonesia Nusantara, Edward, menjelaskan pupuk yang digunakan dalam demplot tersebut bernama Arktivate, yakni pupuk bio-organik hasil pengembangan riset yang dilakukan di Singapura.
"Nama pupuknya adalah Arktivate. Ini adalah pupuk bio-organik. Ini teknologi baru yang kami ciptakan dari hasil penelitian di Singapura dan kami perkenalkan serta terapkan di Tangerang Selatan," katanya.
Edward menilai Tangsel memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian berbasis komunitas. Karena itu, pihaknya tertarik memperkenalkan teknologi pupuk tersebut di wilayah ini.
"Kami melihat komunitas pertanian di sini sangat baik. Dan sekarang kita bisa melihat pupuk ini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan hasil panen bawang merah," pungkasnya
TangselCity | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 14 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu


