Mediasi Tidak Ada Titik Temu, Mitra MBG di Cilegon Tuntut Ganti Yayasan
SERANG-Tidak ada titik temu alias buntu dari mediasi antara para mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan oknum bernisial GS yang sebelumnya dilaporkan ke Polda Banten. Mediasi dilakukan di salah satu cafe di Kota Serang pada Kamis (10/09/2026) malam.
Pertemuani antarkedua pihak itu merupakan inisiasi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jakarta-Banten. Kebuntuan terjadi lantaran permintaan para mitra dapur MBG yang menuntut pergantian yayasan tak bisa dipenuhi oleh GS.
Mediasi bertujuan menyelesaikan persoalan administrasi antara yayasan dan mitra dapur MBG. Namun, pihak yang disebut sebagai perantara yayasan, GS, menolak melepaskannya.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai mediasi padaJumat (11/09/2026) dinihari, Kuasa Hukum para mitra MBG, Sulaeman Buulolo menegaskan, pertemuan ini bukan Restorative Justice (RJ) dari laporan polisi yang sudah masuk.
“Ini instruksi dari Ibu Ida Kepala KPPG Banten, agar diselesaikan. Tujuannya supaya administrasi yayasan dengan SPPG tidak terkendala,” ujar pria akrab disapa Niko ini.
Menurut Niko, para mitra dapur MBG meminta agar 3 yayasan yang bermitra saat ini dilepaskan. Yayasan tersebut adalah Yayasan Sahabat Cahaya Bangsa, Yayasan Generasi Petarung Indonesia, dan Yayasan Merah Putih Berkibar.
“Permintaan klien kami sederhana. Karena yayasan ini bermasalah dalam administrasi dan pencairan, kami mohon KPPG dan BGN mengizinkan kami mengganti dengan yayasan yang kami ajukan sendiri,” kata Niko.
“Tidak mau melepaskan. Dia ingin SPPG yang bermitra tetap dengan yayasan sekarang. Itu persoalannya,” tambahnya.
Niko menambahkan, alasan GS tidak mau melepas karena merasa banyak jasa dalam membangun dapur MBG para mitra.
Salah satu mitra, Mansur, yang bermitra dengan Yayasan Sahabat Cahaya Bangsa di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon mengaku, operasional dapurnya sudah terganggu.
“Kami khawatir dapur kami terkena suspend atau berhenti. Sementara hasil uji lab dari Dinkes, IKL, Puskesmas semuanya sudah lengkap. Tinggal upload tapi kami tidak memiliki akun OSS tersebut,” kata Mansur.
Ia menyebut, dapurnya melayani sekitar 3.000 penerima manfaat mulai dari TK, SD, hingga SMP.
Mitra lainnya yakni, Deni juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengaku, belum ditransfer dan kesulitan karena supplier menagih ke dapur, padahal proses “maker” ada di yayasan.
“Kami investasi miliaran rupiah. Ketika yayasan tidak bekerjasama dengan baik, ditambah keterlambatan pencairan, kami yang dituduh tidak-tidak oleh investor,” ucap Deni.
Karena mediasi deadlock, kuasa hukum menyatakan akan melanjutkan proses hukum. Tinggal menunggu undangan klarifikasi dari penyidik. Pertemuan malam ini tidak mengganggu proses hukum,” tegas Niko.
Para mitra dapur MBG ini juga mengapresiasi respons cepat KPPG Banten yang merespon laporan kurang dari 1×24 jam.
Sementara, GS menyampaikan klarifikasi atas sejumlah tudingan dari para mitra. Ia menyebut, hanya ada 2 orang mitra yang merasa dananya belum dikirim. Sebelum keterlambatan pembayaran pun sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu.
“Sebenernya ada dua orang yang merasa dananya belum dikirim, Mansur dan Deni. Dari pihak yayasan sudah pengecekan, masuk apa tidak. Yayasan sudah konfirmasi bahwasannya ada keterlambatan. Jadi di sini sudah mengakui,” kata dia.
Ia menegaskan, keterlambatan hanya sekitar 1 atau 2 hari dan secepatnya diselesaikan usai pertemuan. Ia juga menyebut, ada pemberitahuan keterlambatan kepada mitra. Contohnya, pembayaran kepada salah satu mitra, Encep di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. “Tetap masuk meskipun terlambat,” kata dia.
Menjawab tudingan mitra soal akses akun OSS, ia membantah memegang langsung. “Tidak, saya gak megang akun. Ada orang khusus yang megang,” tegasnya.
Mengenai tuntutan pelepasan yayasan, GS mengungkapkan alasannya menolak permintaan para mitra. GS menyebut, yayasan punya hak karena sudah memfasilitasi dari awal.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan rekening yayasan dan ada bukti transfer yang sudah disetujui. “Ada pengecekan rekening yayasan,” pungkasnya.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 21 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu






