Terungkap Motif Pria Paksa Mahasiswi Konsumsi Ekstasi hingga Tewas
JAKARTA — Polisi mengungkap motif pria berinisial ID yang memaksa seorang mahasiswi berinisial S mengonsumsi ekstasi hingga akhirnya meninggal dunia. Peristiwa tragis itu terjadi setelah korban mengikuti pesta karaoke bersama tersangka dan sejumlah rekannya.
Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fatahillah mengatakan, ID mengaku mengajak korban dan teman-temannya karaoke untuk bersenang-senang. Tersangka juga mengonsumsi ekstasi dalam kegiatan tersebut.
"Kalau dari keterangan tersangka, tujuannya untuk senang bersama-sama. Jadi merasakan kesenangan di dalam ruangan karaoke itu bersama-sama dengan korban. Karena memang pelaku juga mengonsumsi obat ekstasi tersebut," kata Rahis saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).
Menurut Rahis, terdapat enam orang di dalam ruangan karaoke. Namun, korban disebut menjadi satu-satunya orang yang dipaksa mengonsumsi ekstasi oleh tersangka.
Hubungan ID dan korban juga disebut hanya sebatas pertemanan. Polisi menyebut korban telah dua kali dipaksa mengonsumsi ekstasi.
"Korban sebelumnya enggak pernah konsumsi ekstasi tersebut. Dipaksa dua kali, nah itu, akhirnya jatuh korbannya," jelas Rahis.
"Enggak ada hubungan. Karena teman saja, teman udah," sambungnya.
Kronologi Mahasiswi Meninggal
Kasus tersebut bermula ketika ID mengajak korban bersama sejumlah rekannya untuk karaoke di kawasan PIK 2. Sebelum berangkat, tersangka disebut telah menyiapkan ekstasi dan obat Riklona.
Setibanya di tempat karaoke, ID mengajak korban dan rekannya berinisial ML menuju toilet.
"Sesampainya di tempat karaoke, tersangka kemudian mengajak korban dan rekannya berinisial ML ke toilet," kata Rahis dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Di toilet, korban sempat menolak ketika ditawari ekstasi. Namun, ID kemudian memberikan masing-masing setengah butir ekstasi kepada korban dan ML.
Beberapa jam kemudian, tersangka kembali memberikan ekstasi dalam jumlah yang sama kepada keduanya.
"Korban dan temannya ini diberikan ekstasi masing-masing setengah butir untuk kedua kalinya," ujar Rahis.
Setelah pesta karaoke berakhir, ID kembali memberikan dua butir Riklona kepada korban dan ML. Korban kemudian diajak bersama sejumlah rekannya untuk menginap di sebuah hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Setibanya di hotel, kondisi korban mulai mengkhawatirkan. S terlihat lemas hingga harus dipapah saat memasuki hotel.
Korban bahkan sempat terjatuh di depan lift. Pihak hotel kemudian menyediakan kursi roda untuk membawanya menuju kamar.
Di dalam kamar, korban dibaringkan di tempat tidur. ID bersama sejumlah rekannya kemudian memberikan susu dan minuman elektrolit kepada korban.
Keesokan harinya, ID dan sejumlah rekannya meninggalkan korban sendirian di kamar karena harus bekerja. Saat itu, kondisi korban masih dalam keadaan lemas.
Sekitar pukul 13.30 WIB, petugas hotel melakukan pengecekan setelah waktu check-out terlewati. Petugas kemudian menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam kamar.
Polisi selanjutnya menetapkan ID sebagai tersangka dalam kasus kematian mahasiswi tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Cengkareng.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 10 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






