Dua Musibah Laut Terjadi Bersamaan, 5 Jurnalis Masih Dicari, Kapal Virgo Tenggelam
BANJARMASIN — Musibah di laut kembali terjadi. Di tengah upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kapal ro-ro penumpang Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk. Kapal yang membawa 243 orang itu kemudian dinyatakan tenggelam.
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii mengatakan, Virgo Transport 8 pertama kali dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 04.10 WIB, Minggu (13/9/2026), saat berada di perairan Masalembo.
"Jarak tempuh 80 NM (mil laut) dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin," ujar Syafii dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan manifes, kapal berbendera Indonesia dengan tonase 8.540 GT tersebut mengangkut 243 orang. Mereka terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet.
Virgo Transport 8 juga membawa 89 kendaraan.
Sebelum hilang kontak, kapal tersebut sekitar pukul 01.00 WIB melaporkan kondisi cuaca buruk dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sekitar tiga jam kemudian, General Manager Virgo Transport 8 melaporkan kejadian itu kepada Kantor SAR Banjarmasin.
Kantor SAR Banjarmasin langsung mengerahkan tim pada pukul 04.30 WIB menggunakan KN SAR Laksmana 241 dari Dermaga SAR Basirih menuju lokasi terakhir kapal. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu sekitar lima jam.
Basarnas Command Center juga menyebarkan informasi melalui radio kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi. Operasi pencarian dan pertolongan kemudian diperkuat dengan helikopter SAR, kapal TNI AL, Polairud, serta unsur SAR lainnya.
Pada siang harinya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, memastikan Virgo Transport 8 telah tenggelam.
Hingga pukul 15.00 WITA, sebanyak 113 orang berhasil dievakuasi ke empat kapal yang berada di sekitar lokasi. Dari jumlah tersebut, 107 orang dinyatakan selamat, sementara enam lainnya meninggal dunia.
Proses evakuasi dilakukan sejumlah kapal. MT Mauhau mengevakuasi 16 orang, TB TCP enam orang, MV Haida 69 orang, dan KM Cahaya Bahari Jaya 22 orang.
Sementara itu, sebanyak 130 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.
MT Mauhau, kapal tanker milik PT Pertamina Patra Niaga, menjadi salah satu kapal yang membantu proses evakuasi. Kapal tersebut tengah berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban ketika menerima informasi kecelakaan melalui radio VHF.
Untuk mendukung operasi pencarian, posko SAR didirikan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Tanjung Perak Surabaya. Keluarga penumpang dan awak kapal juga mulai mendatangi kedua posko tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi kerabat mereka.
Putu mengatakan, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian dan evakuasi. Berdasarkan laporan nakhoda KN SAR Laksmana, ketinggian gelombang di sekitar lokasi kejadian mencapai 2 hingga 2,5 meter.
Di sisi lain, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda juga masih berlangsung. Kedua musibah tersebut menambah panjang daftar kecelakaan laut yang terjadi di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu






