TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hari Kesembilan, 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadatu I Belum Ditemukan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 17 September 2026 | 05:36 WIB
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri) bersama Gubernur Andra Son (kanan). Foto : Ist
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad (kiri) bersama Gubernur Andra Son (kanan). Foto : Ist

PANDEGLANG – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari kesembilan. Namun hingga Rabu (16/9/2026) malam, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal tersebut.


Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, pencarian hari kesembilan sekaligus memasuki hari kedua masa perpanjangan operasi SAR. Tim masih menyisir sejumlah wilayah laut yang telah ditetapkan dalam rencana operasi.


“Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil,” ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang.


Sebanyak 22 kapal dikerahkan untuk menyisir delapan sektor dengan total luas pencarian mencapai 3.439 mil laut persegi. Area operasi membentang dari sekitar Gunung Anak Krakatau di perairan Banten-Lampung hingga wilayah Pulau Enggano, Bengkulu.


Armada yang terlibat terdiri dari lima KRI, dua KAL, satu Rescue Boat Basarnas, delapan kapal Polairud, tiga kapal negara SAR, dua rigid inflatable boat (RIB), serta satu kapal patroli KPLP.


Penyisiran dilakukan secara terpadu di sejumlah sektor, mulai dari perairan Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Teluk Kalianda, pesisir Anyer-Carita, hingga perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.


Selain penyisiran laut, Kantor SAR Bengkulu turut melakukan pencarian di pesisir Pulau Enggano. Tim juga memantau informasi elektronik atau e-broadcast dari kapal-kapal yang melintas melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).


Langkah tersebut dilakukan untuk menjaring informasi sekecil apa pun yang dapat mengarah pada keberadaan KM Arupadatu I maupun delapan orang di dalamnya.


Namun, hingga seluruh jalur pencarian dan pelaporan diperiksa, belum ada informasi yang mengarah pada keberadaan kapal maupun para korban.
“Seluruh jalur pelaporan mengonfirmasi hasil yang masih nihil,” kata Al Amrad.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit