PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Keranggan yang Dilanda Kekeringan
SETU– Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) dimanfaatkan PMI Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk memperkuat aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.
Sebanyak 16.000 liter air bersih dan 100 galon air minum disalurkan kepada warga yang terdampak kekeringan di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Sabtu (19/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI yang mengusung tema nasional “Peduli, Bergerak dan Berdampak.”
Ketua PMI Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan, peringatan hari jadi PMI tidak hanya dilakukan secara seremonial tetapi harus diisi dengan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami merayakannya dengan kegiatan sosial, distribusi bantuan air bersih, cek kesehatan gratis, donor darah, dan aksi sosial lainnya,” kata Airin dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Menurut Airin, Keranggan dipilih karena warga di wilayah tersebut tengah menghadapi persoalan ketersediaan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Ia berharap, kehadiran PMI dapat membantu mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan peringatan HUT ke-81 PMI dapat memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama masyarakat yang saat ini terdampak kekeringan,” ujarnya.
PMI Tangsel Siapkan Distribusi Air hingga Desember
Penyaluran air bersih di Keranggan tidak hanya dilakukan sebagai aksi sosial sesaat. PMI Kota Tangsel menyiapkan distribusi secara berkelanjutan hingga kondisi di lapangan kembali stabil.
Airin menyebut program tersebut ditargetkan berlangsung selama tiga bulan atau hingga Desember 2026.
“Insyaallah kita akan lakukan sampai Desember. Selama tiga bulan kita akan salurkan air bersih di Keranggan dan semoga bisa membantu apa yang menjadi persoalan di lapangan, khususnya masyarakat di Keranggan,” tutur Airin.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi antara PMI dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menghadapi dampak kekeringan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Keranggan termasuk wilayah yang terdampak cukup serius akibat kekeringan. PMI kemudian mengambil peran untuk melengkapi penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah.
“Kami hanya mengisi dari apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Tangsel dalam penanganan kekeringan dari Senin-Jumat. Sabtu dan Minggunya dari kami, PMI Kota Tangsel,” jelas Airin.
Pola tersebut diharapkan membuat distribusi bantuan air bersih berjalan lebih terkoordinasi sekaligus menghindari penanganan yang tumpang tindih.

Bukan Kali Pertama PMI Tangsel Salurkan Air Bersih
Penanganan krisis air bersih juga bukan hal baru bagi PMI Kota Tangsel. Sepanjang 2026, PMI telah menjalankan sejumlah aksi distribusi air bersih dan bantuan logistik di beberapa wilayah yang terdampak.
Di antaranya berada di wilayah Cipeucang dan Serpong. Sebagian kegiatan distribusi tersebut bahkan masih terus berlangsung menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Airin menegaskan, di tengah persoalan kekeringan, PMI tetap menjaga layanan kemanusiaan lainnya. Layanan tersebut mencakup ambulans gawat darurat, pelayanan donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.
_1789916637.jpeg)
HUT PMI ke-81 Diisi Aksi Nyata
Rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI di Tangerang Selatan diawali dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi kemanusiaan tersebut.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak kekeringan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua PMI Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, jajaran pengurus PMI, serta perwakilan pengurus PMI kecamatan se-Tangerang Selatan.
Hadir pula Ketua DPRD Kota Tangsel Abdul Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendalin Mahdaniar, Camat Setu Bunga Pranatalia Putri, Kapolsek Cisauk AKP Agus Riyanto, Lurah Keranggan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan tingkat RT dan RW.
Bagi PMI Tangsel, persoalan air bersih bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya air.
Melalui kolaborasi pemerintah, PMI, masyarakat, dan unsur terkait lainnya, penanganan kekeringan diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat sekaligus berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat “Peduli, Bergerak dan Berdampak”, peringatan HUT ke-81 PMI di Tangsel pun tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan.(*)
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 15 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu





