TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dua Tahun Beruntun, Tangsel Raih Penghargaan TP2DD Jawa-Bali Terbaik

Reporter & Editor : Irma Permata Sari
Kamis, 24 September 2026 | 20:03 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERPONG – Kota Tangerang Selatan kembali mencatat prestasi dalam pengembangan digitalisasi transaksi keuangan daerah. Untuk dua tahun berturut-turut, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tangsel berhasil meraih Juara 1 Championship TP2DD Wilayah Jawa-Bali 2026.

 

Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) X Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 serta Rakornas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9).

Capaian ini sekaligus mempertahankan prestasi Tangsel pada 2025.

 

 Penghargaan dua tahun beruntun tersebut menjadi gambaran konsistensi Pemkot Tangsel dalam memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus membangun ekosistem pembayaran nontunai di daerah.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel, Eki Herdiana, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi berbagai indikator penilaian TP2DD.

 

“Alhamdulillah tahun ini kita bisa mempertahankan penilaian yang baik atas kinerja kita,” ujar Eki kepada Tangsel Pos.

 

Dia menjelaskan, penilaian TP2DD mencakup tiga aspek utama, yakni proses, output, dan dampak atau impact. Masing-masing memiliki bobot berbeda, dengan aspek proses sebesar 20 persen, output 50 persen, dan impact 30 persen.

 

Untuk memenuhi indikator tersebut, Pemkot Tangsel terus memperkuat digitalisasi transaksi melalui berbagai inovasi. Tidak hanya pembayaran pajak dan retribusi secara digital, tetapi juga pengembangan Virtual Account, QRIS, layanan perpajakan daring hingga pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

 

Pengembangan sistem pembayaran juga terus mengikuti teknologi yang tersedia. Jika sebelumnya masyarakat banyak dikenalkan dengan QRIS, kini mulai diperluas melalui QRIS Tap sebagai salah satu inovasi transaksi digital.

“Kalau kemarin QRIS, sekarang kita sudah QRIS Tap misalnya. Ada beberapa indikator,” katanya.

 

Penguatan digitalisasi juga dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra strategis, termasuk Bank Indonesia, Bank BJB, perbankan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Upaya tersebut dijalankan melalui High Level Meeting TP2DD, capacity building, penyusunan roadmap, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.

 

Bagi pemerintah daerah, digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran. Sistem transaksi nontunai juga membantu proses administrasi, pemantauan, dan pengawasan penerimaan daerah agar berjalan lebih efektif dan transparan.

 

Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memperluas akses pembayaran serta meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan wajib pajak.

 

Foto : Ist

 

Meski kembali menyabet penghargaan, Eki menegaskan prestasi tersebut bukan menjadi tujuan utama dari program digitalisasi yang dijalankan Pemkot Tangsel. Penghargaan merupakan hasil dari proses yang dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Kalau penghargaan itu hanya salah satu indikator. Kita sebetulnya tidak mengejar penghargaannya,” tegasnya.

 

Menurut dia, tujuan yang lebih penting adalah mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Karena itu, literasi dan edukasi mengenai pembayaran digital akan terus diperkuat agar penggunaan transaksi nontunai semakin luas dan tidak hanya diterapkan dalam lingkungan pemerintahan.

“Tujuan kita itu sebetulnya lebih ke mencoba untuk mengubah perilaku pembayaran menjadi digital ke seluruh masyarakat,” jelas Eki.

 

Ke depan, pengembangan TP2DD diarahkan tidak sekadar memperbanyak kanal pembayaran digital. Digitalisasi diharapkan menjadi bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik sehingga transaksi masyarakat dapat berlangsung lebih mudah, cepat, transparan, dan inklusif.

 

“Harapannya ke depan makin banyak orang menggunakan digital untuk transaksi keuangan,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit