Bocah 14 Tahun Asal Serpong Disekap 5 Hari Di Pasar Rebo
Kenalan Dengan Pria Di Medsos
SERPONG-Seorang bocah perempuan berusia 14 tahun asal Kecamatan Serpong diduga menjadi korban penyekapan selama beberapa hari di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Setelah kembali ke keluarganya, korban disebut mengalami trauma dan membutuhkan pendampingan.
Kasus tersebut kini ditangani Polres Jakarta Timur. Penanganan perkara dilakukan di wilayah tersebut karena lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara berada di kawasan Pasar Rebo.
Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo membenarkan bahwa pihaknya sempat menerima kedatangan korban dan terlapor. Selanjutnya, perkara tersebut diteruskan kepada Polres Jakarta Timur untuk proses hukum lebih lanjut.
“Iya pada Selasa tanggal 22 September 2026, Polres Tangsel kedatangan korban dan terlapor yang kemudian pada malam itu dilanjutkan untuk ke Polres Jakarta Timur yang untuk hal tersebut saat ini ditangani oleh Polres Jakarta Timur karena lokus delictinya di daerah Jakarta Timur,” ujar Boy saat dikonfirmasi pada Kamis (24/9).
Ketua RT setempat, Arfian mengatakan, informasi yang diterimanya menyebut korban awalnya mengenal seorang pria melalui media sosial (medsos). Keduanya kemudian berkomunikasi hingga sepakat untuk bertemu.
“Korban dan pelaku itu kenalnya dari medsos. Berawal kenal di medsos, lalu janjian yang kemudian dibawa kabur tanpa sepengetahuan orang tua,” kata Arfian.
Dia melanjutkan, pria tersebut disebut menjemput korban, dan keduanya sempat menuju sebuah tandon di kawasan Ciater sebelum korban meminta untuk diantar kembali ke rumah.
Namun, menurut informasi yang diterima Arfian, korban justru dibawa ke sebuah rumah di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban diduga berada di lokasi tersebut sekitar lima hari.
“Kurang lebih itu dibawa kabur sekitar lima atau enam hari baru dibalikin, dan pas dibalikin itu ketahuan, ketangkap pas mau ngedrop,” ujarnya.
Korban kemudian dibawa kembali pada Senin (21/9) malam. Kepulangan korban diketahui warga dan pria yang diduga membawanya kemudian diamankan sebelum perkara tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian.
Arfian mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban juga diduga mengalami kekerasan selama berada di lokasi tersebut. Ia menyebut korban mengaku mendapat ancaman ketika berusaha menolak atau meminta pertolongan.
“Sepengetahuan saya korban bilang iya diancam, kalau memang enggak mau melayani atau teriak, akan dibunuh atau dimacem-maceminlah, intinya ya pengancaman,” tutur Arfian.
Arfian menyebut, pihak keluarga korban telah dimintai keterangan oleh penyidik untuk kepentingan proses penyelidikan. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah korban dan pihak terkait dibawa ke Jakarta Timur.
"Si orang tua korban tadi, baru semalam nih, semalam balik dari Pasar Rebo sudah di-BAP,” terangnya.
Kondisi psikologis korban saat ini masih terganggu. Korban disebut belum bersedia bertemu dengan orang lain dan hanya ingin berada bersama keluarganya.
“Keadaan korban sih untuk saat ini ya, mentalnya atau psikisnya trauma, dia enggak mau ketemu orang siapapun selain dari keluarga, terutama orang tuanya,” kata Arfian.
Nasional | 21 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 22 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu





