TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Toprak Terpuruk di MotoGP, Podium Jadi Asa Kebangkitan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Selasa, 29 September 2026 | 06:49 WIB
Pembapap Tim Yamaha Toprak Razgatlioglu. Foto : Ist
Pembapap Tim Yamaha Toprak Razgatlioglu. Foto : Ist

TURKI – Perjalanan Toprak Razgatlioglu di MotoGP bersama Yamaha belum berjalan sesuai ekspektasi. Menyandang status juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali, pembalap Turki itu justru masih kesulitan bersaing di barisan depan.


Situasi tersebut membuat Toprak frustrasi. Bahkan, kondisi yang dialaminya di MotoGP mengingatkan pada masa sulit saat menjalani musim debut di WSBK pada 2018.


Ketika itu, Toprak lebih sering finis di posisi sembilan, 10, atau 12. Hasil tersebut sempat membuat kepercayaan dirinya menurun hingga muncul pikiran untuk meninggalkan dunia balap.


“Itu adalah musim yang sangat berat. Saya selalu finis di posisi ke-9, 10, atau 12,” ujar Toprak seperti dikutip Crash.


Menurutnya, hasil tersebut membuat dirinya mulai meragukan kemampuan sendiri. Ia merasa potensinya mungkin hanya sebatas itu.


“Kala itu, posisi ke-12 sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi saya mulai berpikir, ‘Saya tidak punya potensi lebih, batas kemampuan saya cuma sampai di sini.’ Pada akhirnya, saya bahkan sempat terpikir untuk berhenti balapan,” tuturnya.


Namun, sebuah podium mengubah perjalanan kariernya. Hasil tersebut menjadi titik balik yang mengembalikan kepercayaan dirinya.


“Namun, ketika berhasil meraih podium, segalanya berubah dan saya mulai kembali percaya,” kata Toprak.


Pengalaman tersebut kini kembali terbayang saat Toprak menghadapi tantangan di MotoGP. Bedanya, tekanan yang dirasakannya jauh lebih besar karena ia datang ke kelas premier dengan reputasi mentereng.


Toprak membawa tiga gelar juara dunia WSBK dan baru saja melewati musim luar biasa sebelum naik ke MotoGP. Karena itu, hasil yang diraihnya bersama Yamaha terasa semakin mengecewakan.
“Sekarang rasanya jauh lebih berat, karena saya sudah mengoleksi tiga gelar juara dunia, dan tahun lalu baru saja melewati musim yang luar biasa,” ujarnya.


Sejauh ini, performa Toprak belum mampu memenuhi harapan. Ia sempat finis di posisi ke-15, 18, dan 12, sementara hasil terbaiknya baru menempati peringkat ke-11.


“Hasil terbaik saya hanyalah posisi ke-11. Ini terasa jauh lebih sulit bagi saya, karena saya datang sebagai pembalap yang sudah terbiasa menang,” ucapnya.


Kini, podium menjadi salah satu target penting bagi Toprak untuk membangkitkan kembali kepercayaan dirinya. Pengalaman 2018 menjadi pengingat bahwa satu hasil besar bisa menjadi momentum untuk keluar dari masa sulit.


Namun, tantangan di MotoGP jelas berbeda. Toprak harus menemukan kembali performa terbaiknya sekaligus membawa Yamaha lebih dekat ke barisan depan di tengah ketatnya persaingan kelas premier.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit