Lindungi Anak dari Penyakit, 2.725 Anak Tangsel Jadi Sasaran Imunisasi Kejar
SERPONG UTARA – Sebanyak 2.725 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi sasaran Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026 yang digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel sepanjang Oktober. Program ini dilakukan untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Pelaksanaan imunisasi kejar berlangsung 1-31 Oktober 2026. Sasaran utamanya bayi hingga usia 11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) usia 12-23 bulan yang belum pernah atau belum lengkap mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Kepala Dinkes Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, imunisasi kejar menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
“Harapan kami, tidak ada anak di Kota Tangerang Selatan yang tertinggal dalam mendapatkan hak perlindungan melalui imunisasi,” ujar Allin, Kamis (8/10).
Dia menjelaskan, angka 2.725 anak tersebut merupakan hasil pemetaan dan validasi data sasaran yang dilakukan di masing-masing wilayah kerja Puskesmas. Data itu menjadi dasar bagi Dinkes dan jajaran Puskesmas untuk melakukan pelacakan dan memberikan pelayanan imunisasi kepada anak sesuai kebutuhan.
Secara medis, imunisasi membantu membentuk kekebalan tubuh anak terhadap berbagai penyakit menular. Dengan imunisasi yang lengkap, risiko anak mengalami penyakit berat, komplikasi, kecacatan, hingga kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dapat ditekan.
Dalam pelaksanaan imunisasi kejar, pemberian DPT-HB-Hib/Hexavalent dosis pertama menjadi salah satu prioritas. Anak juga akan mendapatkan jenis imunisasi lain yang masih belum diperoleh sesuai usia dan ketentuan program.
Untuk memudahkan masyarakat, pelayanan tidak hanya dilakukan di Puskesmas. Dinkes memperluas titik pelayanan melalui Posyandu, pos imunisasi, rumah sakit, klinik, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
“Apabila masih terdapat imunisasi yang tertinggal atau belum lengkap, segera datang ke Puskesmas, Posyandu, rumah sakit, klinik atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” kata Allin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tangsel Fitria Oriza mengatakan, berbagai langkah dilakukan untuk memastikan sasaran yang telah teridentifikasi dapat dijangkau selama pelaksanaan program.
Dinkes bersama Puskesmas melakukan penyusunan microplanning, analisis capaian imunisasi, pemetaan wilayah prioritas, serta validasi data sasaran. Ketersediaan vaksin dan logistik juga dipastikan agar pelayanan dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pelacakan anak yang menjadi sasaran turut melibatkan kader, PKK, tokoh masyarakat dan perangkat wilayah. Mereka membantu mendorong orang tua membawa anak yang imunisasinya belum lengkap ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pelacakan dilakukan bersama kader dan unsur kewilayahan untuk mendorong sasaran mendapatkan imunisasi sesuai kebutuhannya,” jelas Fitria.
Setiap pelayanan yang diberikan kemudian dicatat melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) secara real time. Data tersebut dipantau setiap hari sehingga capaian maupun kendala di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Program Bulan Imunisasi Kejar merupakan bagian dari Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI). Pada 2026, PENARI dilaksanakan secara nasional sebanyak empat kali, masing-masing bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia, Hari Anak Nasional, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Kesehatan Nasional.
Melalui program Oktober ini, Dinkes Tangsel menargetkan seluruh anak yang telah teridentifikasi dapat memperoleh imunisasi sesuai kebutuhan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat perlindungan masyarakat dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan menekan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Allin mengajak orang tua untuk aktif memeriksa kembali status imunisasi anak. Jika terdapat imunisasi yang masih tertinggal, masyarakat diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan terdekat.
“Lengkapi imunisasi anak hari ini, lindungi masa depannya,” pungkasnya.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu





