Transportasi Jakarta Tembus 15 Besar Dunia, Kalah dari Singapura di ASEAN
JAKARTA – Transportasi publik Jakarta semakin diakui di tingkat internasional. Berdasarkan survei majalah perjalanan Time Out 2026, Jakarta menempati peringkat ke-15 dunia, naik dua tingkat dari posisi ke-17 sebelumnya. Di Asia Tenggara, Jakarta berada di urutan kedua setelah Singapura.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai peningkatan peringkat tersebut tidak lepas dari semakin baiknya integrasi antarmoda transportasi di Ibu Kota. Layanan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga Mikrotrans dinilai semakin terhubung dan memudahkan mobilitas masyarakat.
“Kenapa Jakarta bisa naik dua tingkat? Karena integrasi MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek terutama, dan juga Mikrotrans sekarang ini menjadi jauh lebih baik,” kata Pramono di Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).
Survei Time Out melibatkan lebih dari 24.000 warga dari berbagai kota di dunia. Hasilnya, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan transportasi publik Jakarta.
“Dari 24.000 orang yang disurvei, 79,2 persen memberikan nilai positif terhadap pelayanan transportasi yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.
Meski berhasil masuk 15 besar dunia, posisi Jakarta masih tertinggal dari sejumlah kota di Asia. Taipei, Taiwan, memimpin daftar dengan tingkat penilaian positif 95 persen, disusul Singapura sebesar 93,5 persen dan Hong Kong 92,8 persen.
Seoul, Korea Selatan, berada di peringkat kelima dengan skor 91,1 persen. Sementara itu, Jakarta menempati posisi ke-15, tepat di bawah Stockholm, Swedia, yang meraih skor 80,3 persen. Jakarta unggul atas Riyadh, Arab Saudi, di posisi ke-16 dengan skor 78,2 persen.
Dalam pemeringkatan tersebut, responden diminta menilai layanan transportasi publik di kota tempat tinggal mereka menggunakan skala satu hingga lima. Penilaian didasarkan pada persentase warga yang menganggap layanan bus, kereta, dan trem di kota mereka baik atau sangat baik.
Pramono berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas konektivitas transportasi. Salah satu fokusnya adalah menghubungkan layanan yang belum terintegrasi, terutama Transjabodetabek, agar perjalanan warga Jakarta dan kawasan sekitarnya semakin mudah.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu




