Pilar: Progres Pembangunan Venue Sudah 80 Persen
Tinjau Kesiapan Sarana & Prasarana Porprov VII Banten
SETU-Tuan rumah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus matangkan persiapan sarana dan prasarana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Sejumlah pembangunan venue sudah masuk tahap finishing.
Ketua PB Porprov VII Banten, Pilar Saga Ichsan turun langsung meninjau sejumlah venue pertandingan pada Selasa (27/10). Sejumlah venue disambanginya.
Dari mulai venue sepatu roda di kawasan Perumahan Ciater Permai, Kecamatan Serpong, venue kempo dan marching band di Kodiklat TNI, venue motor cross dan sepeda gunung di kawasan Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, serta lapangan sepak bola Kerasakti, di Kecamatan Setu.
Pilar mengatakan, secara umum persiapan venue masih berjalan sesuai rencana. Sejumlah lokasi yang masih dalam tahap pembangunan kini memasuki proses penyelesaian atau finishing dan ditargetkan segera rampung sebelum pertandingan dimulai.
“Progres 80%, ya jadi nanti pada saat hari H semuanya sudah siap standar apa namanya, digunakan untuk pertandingan seperti itu,” ujar Pilar saat meninjau Lapangan Kerasakti.
Menurutnya, kondisi masing-masing venue cukup beragam. Beberapa lokasi sudah siap digunakan, sedangkan venue lainnya masih membutuhkan penyelesaian pekerjaan. Pemkot Tangsel terus mengawal proses tersebut agar seluruh fasilitas memenuhi standar pertandingan.
Lapangan Kerasakti, misalnya, dinilai telah siap karena selama ini rutin digunakan untuk pertandingan sepak bola. Lapangan dengan rumput sintetis tersebut sebelumnya menjadi lokasi kompetisi usia dini.
“Terakhir oleh PSSI Banten, Liga Suratin ya, U-13, U-15, U-17 di sini. Jadi, saya rasa kalau venue ini siap,” kata Wakil Wali Kota Tangsel ini.
Pilar menambahkan, sejumlah venue lainnya ditargetkan dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan. Kelayakan lokasi pertandingan juga telah melalui proses visitasi oleh KONI Provinsi Banten.
Pemkot Tangsel pun berupaya memastikan seluruh venue siap digunakan, termasuk dengan melakukan uji coba sebelum pertandingan berlangsung.
“Jadi, ada beberapa venue yang sekarang sedang finishing ya, sedang finishing pembangunan, tapi dalam waktu beberapa hari ke depan insya Allah sudah siap untuk digunakan, karena visitasi dari Koni Provinsi Banten pun sudah dilakukan, dan kelayakan itu sudah dinilai, ya insya Allah lah kita upayakan untuk segera bisa digunakan, minimal diuji coba ya, diuji coba terakhir lah seperti itu,” ungkapnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Pilar memastikan persiapan masih berjalan sesuai jadwal. Proses verifikasi dan keabsahan atlet juga telah diselesaikan, termasuk pemeriksaan nama-nama atlet yang akan memperkuat masing-masing daerah.
Ia menjelaskan, ketentuan keikutsertaan atlet diterapkan secara ketat sesuai aturan KONI Provinsi Banten. Atlet yang bertanding harus memenuhi persyaratan administrasi, termasuk ketentuan mengenai KTP dan domisili di wilayah Provinsi Banten.
“Memang aturannya cukup ketat sekali, buat atlet yang di luar Provinsi Banten ya tidak bisa bertanding, tapi kalau atlet itu Provinsi Banten, itu diperbolehkan untuk bertanding,” jelasnya.
Menurut Pilar, ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga kualitas kompetisi sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet-atlet terbaik di Banten untuk menunjukkan kemampuan secara maksimal.
.Dalam Porprov VII Banten, kontingen Tangsel akan mengikuti seluruh 60 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Namun, tidak semua pertandingan dapat digelar di wilayah Tangsel karena sejumlah cabor membutuhkan fasilitas khusus yang belum tersedia di daerah ini.
Lima cabor akan menggunakan venue di luar Tangsel. Cabang olahraga selancar dijadwalkan berlangsung di kawasan Bayah dan Sawarna, Kabupaten Lebak, karena membutuhkan lokasi pertandingan di laut.
Sementara, atletik dan gimnastik menggunakan fasilitas di luar daerah karena kebutuhan sarana yang belum sepenuhnya tersedia di Tangsel. Cabang hoki juga termasuk dalam daftar olahraga yang dipertandingkan di luar Kota Tangsel.
Adapun pertandingan bowling yang semula direncanakan berlangsung di WTC Serpong dialihkan ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan jumlah atlet serta kapasitas tempat agar lebih representatif.
Pilar mengatakan, penentuan lokasi pertandingan di dalam maupun luar daerah dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan cabor dan kenyamanan atlet selama bertanding.
“Jadi supaya memberikan kenyamanan juga buat para atlet kita yang bertanding, seperti itu. Ya, jadi lima dari 60 cabor, beberapa di luar daerah untuk beberapa cabor,” pungkasnya.(rmn)
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu




