TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Petugas Taman Di Tangsel Wajib Olah Sampah Jadi Kompos

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB
KOMPOS. DLH Tangsel saat menggelar pelatihan pengompisan kepada 132 petugas taman di Kecamatan Serpong
KOMPOS. DLH Tangsel saat menggelar pelatihan pengompisan kepada 132 petugas taman di Kecamatan Serpong

SERPONG - Para petugas lapangan taman koridor jalan dan taman lingkungan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibekali dengan keterampilan pengomposan. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pemeliharaan ruang terbuka hijau sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

 

 Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Serpong, Kamis (29/10), tersebut diikuti petugas yang sehari-hari bertanggung jawab merawat taman di wilayah Tangsel. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan jumlah peserta mencapai 132 orang.

 

 Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Heru Agus Santoso mengatakan, pemeliharaan taman dan pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk petugas lapangan yang bersentuhan langsung dengan kondisi lingkungan setiap hari.

 

 Menurutnya, pelatihan pengomposan tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam merawat taman, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat.

 

 “Melalui kegiatan ini, kita berharap pengelolaan dan pemeliharaan taman dapat semakin baik sebagai wujud nyata peningkatan pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

 

 Heru juga menyoroti persoalan pencemaran lingkungan akibat kebiasaan sebagian masyarakat membakar sampah secara terbuka. Praktik tersebut dapat menimbulkan polusi udara, sehingga perlu diubah melalui edukasi dan penerapan cara pengelolaan sampah yang lebih baik.

 

 Ia menegaskan, sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, termasuk sampah organik, dapat diolah menjadi kompos sehingga memiliki nilai guna dan tidak harus berakhir dengan cara dibakar.

 

 “Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mendapatkan bekal untuk mengedukasi diri sendiri dan masyarakat di sekitarnya mengenai pengelolaan sampah melalui pengomposan. Sampah tidak boleh dibakar sembarangan, tetapi bisa diolah menjadi kompos dan memberikan manfaat melalui penerapan ekonomi sirkular,” katanya.


 Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bani Khosyatullah menyampaikan, keberadaan petugas lapangan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang asri dan nyaman bagi masyarakat.

 

 Ia menilai, hasil kerja para petugas taman dapat dirasakan langsung oleh warga maupun pengguna jalan. Salah satu contohnya terlihat dari keindahan bunga tabebuya di sepanjang Jalan Ciater Raya yang sempat mendapat banyak pujian.

 

 Dia berharap, pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan sekaligus meningkatkan semangat para petugas dalam menjalankan tugasnya. Dengan keterampilan pengomposan, sampah organik dari pemeliharaan taman juga diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sehingga mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan.

 

 Kepala Bidang Pengendalian Perubahan Iklim DLH Kota Tangsel, Deni Handika menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program DLH untuk mendukung visi pembangunan kota yang lestari, khususnya melalui peningkatan kualitas pemeliharaan taman koridor jalan dan taman lingkungan.

 

 “Pelatihan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga memperkuat pengetahuan teori dan keterampilan praktis para peserta. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan langsung di lokasi kerja masing-masing sehingga pemeliharaan taman semakin efektif dan efisien,” jelasnya.

 

 Deni merinci, dari total 132 peserta, sebanyak 15 orang merupakan koordinator, petugas perawat taman, dan pengawas Sikmalam. Peserta lainnya berasal dari unsur pengemudi dan kernet kendaraan operasional serta komunitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

 

 DLH Tangsel mencatat, terdapat 13 taman koridor dan 12 taman lingkungan yang menjadi bagian dari pengelolaan dan pemeliharaan taman di Kota Tangsel.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit