TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

PORPROV 2026

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

BNPB Peringatkan Ancaman Rob di 15 Provinsi, Warga Pesisir Diminta Waspada

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 01 November 2026 | 08:49 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir rob seiring memasuki musim hujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi kenaikan air laut yang dapat memicu genangan di sejumlah wilayah Indonesia.


Peringatan tersebut tertuang dalam Surat Direktur Peringatan Dini BNPB Nomor B-79/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026. Potensi rob dipengaruhi fenomena fase Bulan Purnama pada 26 Oktober, fase Perigee pada 29 Oktober 2026, serta dinamika oseanografi.


Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut ancaman rob mencakup 15 provinsi, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Maluku.


"Wilayah pesisir tersebut perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak banjir pesisir atau rob," kata Berton, dikutip dari laman BNPB, Sabtu (31/10/2026).


BNPB meminta masyarakat menghindari aktivitas di pantai saat pasang maksimum. Nelayan juga diimbau menunda melaut apabila gelombang tinggi berisiko membahayakan keselamatan. Selain itu, perahu dan barang berharga milik warga perlu diamankan untuk mengurangi potensi kerugian.


Di sisi lain, pemerintah daerah diminta memperkuat langkah mitigasi dengan memantau informasi cuaca dan peringatan BMKG, memastikan kesiapan lokasi pengungsian, membersihkan saluran drainase, serta memeriksa kondisi tanggul pantai.


Kesiapan personel dan logistik untuk mendukung proses evakuasi juga harus dipastikan. BNPB menekankan koordinasi pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana.


Bencana Hidrometeorologi Terus Bertambah


Selain ancaman rob, BNPB mencatat peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi basah di berbagai daerah hingga penghujung Oktober 2026.


Berdasarkan data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB per Jumat (30/10/2026), jumlah kejadian bencana di Indonesia mencapai 2.247 peristiwa.


Penambahan kejadian didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Tercatat enam kejadian banjir baru di Sumatra Utara dan Aceh, serta dua kejadian cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.


Dampak banjir cukup besar terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Sebanyak 7.615 kepala keluarga (KK) terdampak dan 7.327 rumah terendam. Sementara di Kota Medan, banjir berdampak terhadap 2.405 KK.


Berton juga mengingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih membayangi sejumlah wilayah. Aceh berada dalam status Siaga, sedangkan sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua berstatus Waspada.


Kondisi tersebut berkaitan dengan dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B yang terpantau di Laut Andaman.


BNPB meminta masyarakat tidak mengabaikan informasi peringatan dini dan segera mengikuti arahan petugas apabila kondisi di wilayahnya menunjukkan peningkatan risiko bencana.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit