KPU Tangsel Buka Ruang Kolaborasi dengan HMI, Dorong Mahasiswa Aktif dalam Pendidikan Demokrasi
SETU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka peluang kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan untuk memperluas pendidikan demokrasi dan kepemiluan. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi KPU Tangsel bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Cirendeu Cabang Ciputat.
Audiensi berlangsung di Kantor KPU Tangsel, Rabu (4/11). Pertemuan tersebut diterima Anggota KPU Tangsel, Widya Victoria M., bersama Sekretaris KPU Tangsel, Dina Kurnia Sari Utami.
Kunjungan HMI tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kepengurusan organisasi sekaligus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan lembaga penyelenggara pemilu di daerah.
Anggota KPU Tangsel, Widya Victoria M., menyambut baik audiensi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai inisiatif komunikasi dan kerja sama dengan elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa.
"KPU Kota Tangsel senantiasa membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan," ujar Widya.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan memiliki ruang untuk terlibat dalam upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai demokrasi. Karena itu, komunikasi antara KPU dan mahasiswa perlu terus dibangun.
Ia mengatakan, kolaborasi dengan kalangan mahasiswa merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
"Sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, KPU tentu membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat," katanya.
Widya juga menilai pertemuan dengan HMI menjadi kesempatan untuk membangun hubungan kelembagaan yang positif. Melalui komunikasi tersebut, diharapkan pertukaran informasi mengenai kepemiluan dapat berjalan lebih baik.
"Kami berharap komunikasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga ada pertukaran informasi dan pengembangan wawasan kepemiluan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai demokrasi perlu diperluas kepada generasi muda. Mahasiswa sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang memiliki perhatian terhadap persoalan kebangsaan diharapkan dapat mengambil bagian dalam proses tersebut.
"Organisasi kemahasiswaan merupakan salah satu elemen masyarakat yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan," lanjutnya.
Pertemuan tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk komunikasi dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.
Melalui audiensi ini, KPU Tangsel berharap hubungan dengan organisasi kemahasiswaan semakin terbuka, terutama dalam mendukung pendidikan demokrasi dan peningkatan pemahaman kepemiluan di kalangan generasi muda.
Sinergi antara penyelenggara pemilu dan mahasiswa dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap demokrasi serta mendorong partisipasi publik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (dra).
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



