TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Bersih-bersih Ala Menteri Erick Bikin BUMN Makin Kinclong

Oleh: HES/AY
Rabu, 29 Juni 2022 | 14:07 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Ist)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Ist)

JAKARTA - Akademisi Universitas Indonesia mengacungi jempol Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Kejaksaan Agung dalam memberantas praktik korupsi di perusahaan milik negara.

Associate Director BUMN Research Group LM (Lembaga Management) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto mengatakan, keterlibatan penegak hukum membuat penanganan kasus di BUMN menjadi transparan.

"Termasuk aktor yang terlibat dan adanya potensi lubang di pengawasan perusahaan BUMN," kata Toto di Jakarta, Rabu (29/6).

Menurut Toto, ketika melakukan investasi atau menjalankan usaha, perusahaan BUMN seharusnya melewati pengawasan yang berlapis. Ada pengawasan dari dewan komisaris yang dapat melihat proposal penggembangan usaha yang diajukan management feasible atau tidak. Termasuk ketika management mengajukan pengadaan barang jasa di perusahaan BUMN.

"Harusnya pengawasan di BUMN berjenjang dari komisaris, Kementrian BUMN dan BPK. Jika ada pengawasan berjenjang ini masih ada yang lolos, kemungkinan ada sistim pengawasan yang perlu diperbaiki. Sehingga adanya penuntutan di kasus korupsi Garuda ini menurut saya langkah positif untuk memastikan sistim pengawasan yang ada perlu diperbaiki atau tidak," ungkap Toto.

Toto menilai, sistem pengawasan di BUMN sudah sangat memadahi. Yang menjadi masalah adalah kompetensi personel pengawas BUMN. Termasuk apakah kewenangan pengawas BUMN ini cukup atau tidak. Jika kompetensi dewan komisaris mumpuni, maka pengawasan semestinya cukup baik.

"Yang dibutuhkan adalah penguatan di dewan komisaris. Sehingga komisaris dapat melakukan tindakan saat menemukan masalah yang merugikan BUMN. Perlu juga komisaris memberikan laporan ke Kementerian BUMN," sarannya.

Bahkan, lanjut Toto, kalau perlu komisaris dapat melakukan RUPS LB untuk menilai kinerja manajemen.

"Jangan membuat regulasi pengawasan baru lagi. Menurut saya regulasi yang ada sudah bagus dan perlu dijalankan secara konsisten," imbau Toto.

Toto menilai, pengawasan dan transformasi di BUMN mengalami kemajuan yang pesat. Menteri BUMN Tanri Abeng membangun pondasi tata kelola perusahaan yang modern.

Tanri Abeng menjadikan BUMN memiliki daya saing. Holding BUMN yang saat bagian dari ide besarnya.

Di era Menteri BUMN Rini Soemarno, BUMN memiliki nilai tambah yang lebih besar lagi. Termasuk mewujudkan hilirisasi diberbagai macam industri termasuk industri bermasis komoditas dan sumberdaya alam. Tujuannya agar nilai tambah dari komoditas dan sumberdaya alam itu ada di Indonesia.

"Menteri Erick Thohir selain melanjutkan dan memperkuat rencana besar pendahulunya, juga menambah sentuhan lain agar BUMN ini menghasilkan profit yang optimal," tegasnya.

Menteri Erick memasukan banyak profesional muda dan ahli dibidangnya untuk menggelola perusahaan BUMN. Saat ini, talent BUMN tak dibatasi dari organik perusahaan BUMN saja. Tetapi bisa dari luar BUMN.

Toto melihat, talent pool di era Menteri Erick sudah dijalankan secara masif. Mencari talent dari luar BUMN itu sangat luar biasa hasilnya.  Bahkan masuknya profesional di lingkungan BUMN efeknya sangat bagus.

Kebiasaan baru yang positif yang berasal dari perusahaan multinasional dalam menggelola perusahaan dapat terbentuk di BUMN. Pengelolaan perusahaan BUMN menjadi transparan dan akuntabel sudah dapat terlihat.

"Memang menjadikan penggelolaan BUMN secara profesional dan akuntabel membutuhkan waktu. Muculnya kasus korupsi yang saat ini terjadi karena masa lalu. Penegakan hukum tanpa tebang pilih dan transformasi di BUMN yang dilakukan Menteri Erick. Tujuannya agar BUMN dikelola secara profesional dan akuntabel," pungkas Toto. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo