TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Korban Meninggal, 37 Luka-luka

Kecelakaan KA Turangga - KA Bandung Raya Sungguh Menyedihkan

Reporter: AY
Editor: admin
Sabtu, 06 Januari 2024 | 07:35 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

JAWA BARAT - Kabar duka datang dari dunia perkeretaapian. Tabrakan maut terjadi antara Kereta Api Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat pagi (5/1/2024). Insiden itu menyebabkan empat awak kereta api meninggal dan 37 orang mengalami luka-luka.
Sampai Jumat malam (5/1/2024), belum diketahui penyebab tabrakan dua kereta ini. Pihak PT KAI menyatakan, penyebab kecelakaan baru bisa diketahui setelah dilakukan investigasi.
Tabrakan antara dua kereta di rel tunggal itu terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 06.03 WIB. Lokasinya di tengah persawahan, tepatnya di Kampung Babakan DKA, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, di KM 181 + 5/4.
Kereta yang mengalami tabrakan yakni KA Turangga relasi Surabaya-Gubeng Bandung dengan KA Lokal Bandung Raya relasi Padalarang-Cicalengka. Saat kejadian, KA Turangga mengangkut 287 penumpang dan KA Lokal Bandung Raya mengangkut 191 penumpang.
Akibat tabrakan ini, total empat orang meninggal dunia yang terdiri dari masinis, asisten masinis KA Lokal Bandung Raya, petugas keamanan dalam stasiun, dan pramugara KA Turangga.

“Sedangkan untuk masinis KA Turangga selamat. Baik masinis maupun asistennya dalam kondisi yang selamat,” kata Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus, Jumat (5/1/2024).

Joni menegaskan, tidak ada korban jiwa dari penumpang. Sedangkan, untuk data korban terluka terus bertambah. Hingga Jumat malam, dilaporkan berjumlah 37 orang. Para korban luka dirawat di RSUD Cicalengka, RS Edelweis, dan RS AMC.
KAI pun terus melakukan evaluasi gerbong kereta menggunakan alat berat atau crane yang didatangkan dari Bandung dan Solo. Sebanyak 8 gerbong kereta Turangga dan 6 unit kereta Bandung Raya berhasil dievakuasi. Sampai Jumat malam, masih tersisa 2 unit lokomotif dan 4 unit gerbong kereta di lokasi kejadian.

Joni menargetkan, jalur kereta api di lokasi kejadian yang terputus karena kecelakaan dapat dilalui pada Sabtu (6/1/2024) pagi.
Wapres KH Ma'ruf Amin berduka atas tabrakan kereta ini. Wapres menilai, kecelakaan ini merupakan hal fatal. Apalagi, menyebabkan korban meninggal. Kata Wapres, KA memiliki jalur tersendiri yang berbeda dengan jalan raya sehingga selayaknya sudah memiliki pengaturan yang akurat.

Karena itu, Wapres minta PT KAI segera memetakan letak kesalahan yang terjadi. Apakah karena human error atau ada sistem pengaturan yang rusak. “Kalau human error, harus kembali seleksi yang mengatur itu,” tegas Wapres, di kantornya, Jumat (5/1/2024).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut. Menurut Menhub, tragedi tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan kembali pelayanan di sektor perkeretaapian. Ia pun mengajak jajaran serta bawahannya untuk meningkatkan kembali pelayanan yang sudah menjadi tugas mereka.

Kecelakaan itu adalah suatu pelajaran yang mahal bagi kita dan marilah kita bersama-sama meng-improve apa yang menjadi layanan kita semuanya," ucap Menhub.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, Kemenhub dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan penyelidikan dan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Diharapkan proses investigasi bisa dilaksanakan segera. “Sehingga penyebab kecelakaan bisa ditetapkan dan menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” kata Adita.
Di dunia maya, warganet berkabung atas tabrakan kereta ini. Akun @xojolx menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya 4 awak kereta dalam kejadian tersebut. "Sangat ditunggu pertanggungjawaban pejabat terkait atas tragedi ini," cuitnya.

Akun @bastianjar menyampaikan, tragedi ini mengingatkan kembali pentingnya membangun jalur kereta double track. "Biar nggak gantian, kenapa Kereta api di Indonesia lambat, karena ya harus gantian make relnya, kadang gantian sama kereta barang, kereta prioritas, dan lain-lain. Kebanyakan ngetem," ujarnya.
Sedangkan Akun @dyahgulzar menduga, kecelakaan ini terjadi karena human error. Kata dia, kereta api sudah sangat bagus di era Ignasius Jonan. Sayang perlahan yang sudah diperbaiki di era Jonan luntur. "Banyak pejabat tak kompeten. Yang kompeten justru disingkirkan," tulisnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit