TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Pasar Kita Bakal Dibanjiri Gandum

Zulhas: Harga Mie Instan Tak Akan Naik 3 Kali Lipat

Oleh: NOV/AY
Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:51 WIB
Menteri Perdagangan saat meninjau pasar tradisional. (Ist)
Menteri Perdagangan saat meninjau pasar tradisional. (Ist)

JAKARTA - Harga gandum diprediksi bakal turun pada September 2022. Hal itu sejalan dengan panen gandum yang mulai berlangsung di beberapa negara produsen.

Dengan mulai banjirnya ko­moditas gandum di pasar inter­nasional, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas meyakini, kenaikan harga mie instan hingga tiga kali lipat akibat tingginya harga gandum, tidak akan terjadi.

“Harga mie instan tidak akan naik tiga kali lipat. Karena, kun­jungan Presiden Jokowi ke Rusia beberapa waktu lalu, membawa dampak baik terhadap keterse­diaan dan pasokan gandum di Indonesia,” kata Zulhas di sela meninjau harga kebutuhan pangan di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kemarin.

Menurut Ketua Umum Par­tai Amanat Nasional (PAN) itu, selain masuknya gandum dari Rusia dan Ukraina, pasar gandum akan dibanjiri produk dari Australia, Kanada hingga Amerika.

“Justru, gandum pada Septem­ber akan turun harganya. Kemarin memang naik sedikit. Sehingga, inflasi kita 4 persen, 5 persen. Tapi September cenderung akan turun,” kata Zulhas.

Senada, Kepala Dinas Per­dagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo Sudarna mengatakan, Permintaan dan ketersediaan terigu yang berba­han baku gandum di daerahnya tidak mengalami gejolak.

“Permintaan masih seperti biasa. Tidak ada penurunan atau kenaikan,” ujar Sudarna.

Menurutnya, harga terigu di tingkat pedagang pasar rakyat dan toko kelontong juga masih stabil.

Berdasarkan hasil peman­tauan Dinas Perdagangan Kulon Progo, pada 4, 8 dan 10 Agustus 2022, tidak ada perubahan harga signifikan.

Di Kulon Progo, ada lima jenis merek terigu, yakni Segitiga Biru yang dijual Rp 12 ribu/ki­logram (kg), Cakra Kembar Rp 13 ribu/kg, Kunci Rp 13 ribu/kg, Pita Merah Rp 12,5 ribu/kg dan terigu curah Rp 10 ribu/kg.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyatakan, sorgum bisa menja­di alternatif pengganti gandum.

Dengan memanfaatkan sorgum untuk campuran bahan baku pangan olahan, impor gan­dum bisa dikurangi.

“Kalau gandum dicampur (tepung sorgum) misalnya sam­pai 15 persen, tidak terasa sih, rotinya tetap enak,” kata Lak­sana di peringatan Hakteknas ke-27 di Cibinong, Jawa Barat, Rabu (10/8).

BRIN, lanjut dia, juga telah melakukan berbagai penelitian di bidang pertanian untuk meng­hasilkan varietas gandum unggul. Kendati hingga saat ini masih perlu dioptimalkan untuk menda­patkan hasil memuaskan.

“Gandum untuk ditanam di daerah tropis sebenarnya secara varietas ada, tapi belum begitu op­timal. Karenanya, akan terus kita kembangkan,” ujarnya. (rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo