TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

PPP Siap Menampung Jokowi

Oleh: Farhan
Editor: admin
Jumat, 13 Desember 2024 | 09:31 WIB
Plt Ketum PPP Mardiono bersama jajaran Pengurus DPP PPP. Foto : Ist
Plt Ketum PPP Mardiono bersama jajaran Pengurus DPP PPP. Foto : Ist

JAKARTA - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kini menjadi rebutan, setelah PDI Perjuangan menyatakan, bukan bagiannya. Usai Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Amanat Nasional (PAN), kini giliran Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap menampung Jokowi.

PLT Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyebut, par­tainya membuka kesempatan bagi siapa pun bergabung, ter­masuk Jokowi. "Kami tidak menutup siapa pun yang akan bergabung kepada PPP," kata Mardiono di sela Workshop Anggota DPRD PPP di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (11/12/2024) malam.

Namun, PPP adalah partai kader. Tokoh yang bergabung ke partai berlambang Ka'bah ini, otomatis wajib mematuhi mekanisme internal. "Harus ikut mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART," ungkap Mardiono.

Sedikit berbeda, politikus PPP Sandiaga Uno tidak berani mengajak Presiden Joko Jokowi bergabung dengan partainya. "Wah, nggak berani saya. Bapak Jokowi ini adalah milik semua," ujar Sandiaga usai pertemuan an­tara Sandiaga dan Jokowi di di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (12/12/2024) pagi.

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menegaskan, PPP terus mendapat­kan arahan dari Jokowi untuk lebih mendekatkan diri dengan akar rumput. Terutama, supaya bertransformasi menjadi par­tai yang lebih memperhatikan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Sandi, PPP sedang dalam proses pembenahan in­ternal setelah gagal melenggang ke Senayan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu. Agar lolos ke Senayan pada Pemilu 2029, PPP, ke depan akan fokus menggarap pemilih muda dan perempuan.

Sebelumnya, Jokowi menjelaskan wacana bergabung dengan Partai Golkar. Dia menegaskan belum memikirkan hal tersebut. Meski demikian, ada komu­nikasi terkait kemungkinan menjadi anggota kehormatan Partai Golkar. "Komunikasi ada, tapi belum," ujar Jokowi, Senin (9/12/2024).

Adapun keterangan Jokowi dan keluarganya sudah bukan lagi bagian dari PDI Perjuangan disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. "Saya tegaskan kembali bahwa Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," kata Hasto dalam jumpa pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2024).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit