TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Beri Arahan Di Pertemuan Tahunan BI

Prabowo Putar Video Anak Gelantungan Di Jembatan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 29 November 2025 | 08:36 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri acara tahunan BI. Foto : Ist
Presiden Prabowo saat menghadiri acara tahunan BI. Foto : Ist

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memuji capaian ekonomi. Namun, di sisi lain, dia  menyoroti masih banyak anak-anak yang harus bergelantungan di jembatan demi bisa pergi ke sekolah.

 

Acara Pertemuan Tahunan BI digelar di kompleks Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Tahun ini, BI mengangkat tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”.

 

Prabowo tiba sekitar pukul 19.00 WIB mengenakan batik hijau bercorak cokelat dan peci hitam. Kehadirannya disambut Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. 

 

Saat memasuki gedung, Prabowo disambut Dewan Gubernur BI serta paduan suara anak-anak sekolah. Usai berfoto bersama Dewan Gubernur BI, Prabowo menghampiri anak-anak dan sempat bernyanyi bersama.

 

Prabowo lalu memasuki ruang pertemuan. Kehadirannya disambut tepuk tangan tamu undangan. Dia juga sempat menyalami sejumlah tamu.

 

Prabowo duduk di meja bundar depan bersama Perry, Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Acara dibuka dengan sambutan Airlangga dan Perry. Setelah itu, Prabowo menyampaikan pidatonya.

 

Prabowo mengawali pidato dengan menyampaikan empati kepada korban bencana alam di berbagai daerah. “Kita berdoa dan memohon pertolongan Yang Maha Kuasa agar meringankan penderitaan mereka,” ujarnya.

 

Dia memastikan, pemerintah bekerja keras memberikan bantuan bagi wilayah terdampak. Menurutnya, bencana ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan perlunya menjaga lingkungan di tengah perubahan iklim.

 

Prabowo mengatakan, merasa terhormat hadir di acara Pertemuan Tahuanan BI dan mengapresiasi tema pertemuan yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga menyampaikan terima kasih atas paparan Perry dan Airlangga yang dinilai lengkap dan menggambarkan kondisi ekonomi yang menjanjikan.

 

Menurut Prabowo, capaian ekonomi pada tahun pertama pemerintahannya tidak lepas dari kerja sama yang solid. “Saya dibantu tokoh-tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi. Ini adalah hasil kita semua,” ujarnya.

 

Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keadilan, pemerintahan yang bersih, serta kebijakan pro-rakyat dengan tekad memperkuat kemandirian. “Kita harus percaya pada kekuatan kita sendiri,” tegasnya.

 

Di tengah pidatonya, Prabowo meminta operator memutar video yang menampilkan anak-anak bergelantungan di jembatan tidak layak saat menuju sekolah. Dalam video itu, seorang anak perempuan menyampaikan keluhan tentang akses jalan yang buruk dan sering terhambat banjir.

 

Usai pemutaran video, Prabowo menjelaskan bahwa anak-anak tersebut mempertaruhkan nyawa untuk bersekolah dan sering tiba di kelas dengan pakaian basah. Ia menyebut masih ada sekitar 300 ribu jembatan yang kondisinya sangat tidak layak.

 

“Angka-angka pertumbuhan sangat bagus, tapi anak-anak kita tiap hari masuk sungai basah, duduk di kelas basah, pulang kembali basah,” katanya.

 

Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah harus menangani persoalan seperti ini. Ia telah membentuk Satgas Darurat dan meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto mengerahkan mahasiswa untuk membantu merancang jembatan yang dibutuhkan. 

 

Ia juga meminta TNI/Polri mengerahkan personel mencari daerah yang memerlukan pertolongan. “Saya minta ini diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kita bicara visibility study, terlalu lama,” tegasnya.

 

Waspada Hadapi Kondisi Global

 

Dalam Pidatonya, Perry berpesan agar para pemangku kebijakan mengamalkan falsafah eling lan waspodo atau tetap waspada menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian. Menurut Perry, kondisi global tertekan oleh kebijakan proteksionis Amerika Serikat dan ketegangan politik yang masih berlangsung.

 

“Prospek ekonomi global pada 2026 dan 2027 masih meredup,” ujarnya.

 

Meski demikian, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan lebih baik dibanding tahun ini. Pada 2026, pertumbuhan diperkirakan mencapai 4,9–5,7 persen, dan 2027 mencapai 5,1–5,9 persen.

 

Untuk mendorong ekonomi, BI menyiapkan beberapa kebijakan, antara lain makroprudensial longgar agar kredit tumbuh lebih tinggi. Kredit pada 2026 diperkirakan tumbuh 8–12 persen, naik menjadi 9–13 persen pada 2027. BI juga menurunkan suku bunga perbankan setelah memangkas BI-Rate sebesar 150 bps sejak awal tahun. 

 

Perry berharap, kebijakan ini diikuti sektor perbankan. “Koordinasi KSSK akan membantu mengatasi special rate di perbankan,” katanya.

 

Kebijakan lainnya adalah penguatan sistem pembayaran digital sesuai Blueprint 2030, termasuk inovasi QRIS yang kini dapat digunakan di luar negeri, serta eksperimen penerbitan rupiah digital.

 

Sementara itu, Airlangga menilai sebagian besar risiko pertumbuhan 2026 telah terserap pada 2025 sehingga prospek ekonomi tahun depan semakin positif. Konsumsi masyarakat meningkat berdasarkan Mandiri Spending Index yang menembus angka 312 pada November 2025.

 

Hingga September 2025, investasi tumbuh 13,7 persen (yoy) mencapai Rp 1.434 triliun. Belanja pemerintah juga terus dipercepat dengan realisasi belanja kementerian/lembaga per 24 November mencapai Rp 1.109 triliun.

 

Dari sisi moneter, BI telah memangkas BI-Rate sebesar 125 bps sepanjang 2025 menjadi 4,75 persen, mendorong pertumbuhan kredit dan belanja. Inflasi Oktober tercatat 2,86 persen (yoy) dan tetap dalam target nasional.

 

Untuk meningkatkan produksi pangan, realisasi pembiayaan KUR dan alsintan hingga Oktober 2025 mencapai Rp 86 triliun. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)  lebih dari 44 juta anak turut menyerap produksi petani.

 

Pemerintah juga memberi stimulus ekonomi Rp 31 triliun berupa diskon transportasi dan BLT Kesera senilai Rp 900 ribu untuk 35 juta keluarga selama tiga bulan. Program magang bagi 100 ribu peserta selama enam bulan mendapat anggaran Rp 1,37 triliun.

 

Di sektor digitalisasi daerah, hingga semester I-2025, sebanyak 501 pemerintah daerah (91,8 persen) telah memiliki ekosistem digital dengan dominasi QRIS dan e-banking senilai Rp 75,3 triliun dalam penerimaan pajak dan retribusi.

 

Hingga September 2025, transaksi non-tunai mencapai Rp 642 triliun, naik 20,3 persen dibanding  sebelumnya. Pendapatan dan belanja daerah non-tunai juga meningkat.

 

Pemerintah tengah memperluas kanal digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia, serta memperluas layanan sinyal di wilayah 3T dengan teknologi serat optik dan low earth orbit. Airlangga menambahkan, pemerintah juga memperkuat fungsi bank rekening kas umum daerah, memperluas insentif bagi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan, serta memperkuat koordinasi berbasis satu data, termasuk interoperabilitas data pusat dan daerah.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit