TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Presiden Tugaskan Mendagri Tito Kawal Penanganan Banjir di Aceh

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 30 November 2025 | 05:32 WIB
Mendagri Tito Karnavian Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Foto : Ist
Mendagri Tito Karnavian Tiba Masjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Foto : Ist

ACEH – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, turun langsung meninjau penanganan banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh, khususnya Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Sabtu (29/11/2025). Didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, Tito menyambangi warga terdampak untuk mendengarkan kebutuhan mereka sekaligus mengoordinasikan langkah pemulihan.

 

“Saya mendapat mandat dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencatat seluruh kebutuhan warga terdampak banjir dan longsor. Menteri Sekretaris Negara juga sudah menghubungi saya agar menyampaikan apa saja yang diperlukan di lapangan, termasuk kebutuhan tanggul,” ujar Tito saat berbincang dengan warga di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie.

 

Listrik Terganggu, Jalur Transportasi Lumpuh

 

Dalam peninjauannya, Tito menyoroti dampak bencana yang turut memukul pasokan listrik di wilayah barat Aceh. Sejumlah pembangkit yang memasok Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen terdampak, mengakibatkan pemadaman di beberapa lokasi. Untuk sementara, aliran listrik ke Banda Aceh dialihkan dari Nagan Raya, meski layanan PLN belum sepenuhnya normal.

 

Rombongan kemudian bergerak ke Kabupaten Pidie Jaya untuk mengecek kondisi jembatan di Simpang Empat Merdu, jalur vital penghubung Medan–Aceh, yang putus akibat longsor. Akibatnya, arus transportasi utama ikut terhenti.

 

“Bukan hanya rumah warga yang terendam hingga atap, tetapi juga infrastruktur penting rusak parah. Putusnya jembatan Medan–Aceh telah menghambat akses mobilitas antarwilayah,” kata Tito.

 

Minta Pemulihan Cepat dan Terkoordinasi

 

Tito menegaskan perlunya percepatan pemulihan dengan kerja sama lintas instansi. Fokus utama mencakup perbaikan sarana dasar, pemulihan akses jalan dan jembatan, hingga distribusi logistik serta layanan kesehatan bagi warga terdampak.

 

Ia mengingatkan bahwa gangguan akses yang terjadi sejak 25 November tak boleh dibiarkan berkepanjangan dan harus diselesaikan lewat koordinasi menyeluruh antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait.

 

Setibanya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Tito sempat disambut Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sebelum menuju titik-titik terdampak bencana.

 

Bantuan Mengalir, Distribusi Dialihkan Lewat Udara

 

Pemerintah kini memperkuat sinergi penanganan bencana. Bantuan dari BNPB, pemerintah pusat, dan Pemerintah Aceh sudah mulai disalurkan sejak adanya peringatan dini BMKG. Karena banyak wilayah terisolasi, pengiriman bantuan diperluas melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI–Polri.

 

Bandara Malikussaleh dan Cut Nyak Dhien dimanfaatkan sebagai pusat distribusi udara, sementara posko bencana mendapatkan dukungan konektivitas melalui Starlink untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi.

 

Pemerintah juga mengimbau warga tetap tenang, memprioritaskan keselamatan, dan tidak termakan isu yang belum terverifikasi selama masa tanggap darurat.

 

17 Kabupaten/Kota Terdampak

 

Aceh menjadi salah satu provinsi paling terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) per 28 November 2025, terdapat 17 kabupaten/kota yang terimbas, dengan lebih dari 10.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi aman.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit