IHSG Kian Mendekati 9.000, Optimisme Ekonomi Menguat di Awal Tahun
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia terus menunjukkan tren positif dan semakin dekat ke level psikologis 9.000. Penguatan ini menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional di awal tahun.
Pada perdagangan Selasa (6/1/2026), IHSG dibuka menguat 31,52 poin atau 0,36 persen ke posisi 8.890,72. Sepanjang sesi perdagangan, indeks terus bergerak naik hingga akhirnya ditutup di level 8.933,61 atau melonjak 74,41 poin (0,84 persen), sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Aktivitas transaksi di pasar saham juga terbilang solid. Tercatat frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 4 juta kali, dengan volume transaksi sekitar 62,9 miliar saham dan nilai mencapai Rp 30,54 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 402 saham menguat, 264 saham terkoreksi, dan 145 saham bergerak stagnan. Indeks LQ45 turut menguat 0,61 persen ke level 865,05.
Guru Besar Universitas Indonesia sekaligus pengamat pasar modal, Budi Frensidy, menilai penguatan IHSG didorong oleh optimisme investor terhadap kinerja emiten yang diperkirakan membaik pada laporan keuangan tahun buku 2025. Selain itu, stabilnya harga minyak dunia di tengah dinamika geopolitik global turut memberikan sentimen positif bagi pasar.
Sementara itu, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menambahkan bahwa kenaikan IHSG juga didukung oleh penguatan harga komoditas logam. Menurutnya, emas dan perak mengalami peningkatan harga seiring ketidakpastian global, yang mendorong minat investor pada aset berbasis komoditas.
Dari sisi domestik, kebijakan pemerintah dinilai masih cukup akomodatif dalam menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya melalui pembebasan PPh Pasal 21 bagi pekerja bergaji di bawah Rp 10 juta di sektor tertentu, serta insentif PPN ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah dengan harga tertentu sepanjang 2026.
Optimisme serupa disampaikan Founder Stocknow.id, Hendra Wardana. Ia menilai peluang IHSG menembus level 10.000 tahun ini cukup terbuka, seiring masuknya pasar saham Indonesia ke fase pertumbuhan yang lebih berbasis fundamental. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan serta stabilitas ekonomi makro guna menjaga kepercayaan investor.
Menurut Hendra, prospek pasar saham juga diperkuat oleh berlanjutnya agenda hilirisasi industri, percepatan transisi energi, penguatan sektor keuangan, serta realisasi proyek-proyek strategis nasional.
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, turut melihat peluang penguatan IHSG berlanjut sepanjang tahun. Ia menilai awal perdagangan tahun ini memberikan sinyal yang konstruktif, sehingga IHSG berpotensi bergerak ke kisaran 10.500 jika tren positif berlanjut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan keyakinan bahwa IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada 2026.
Menurutnya, fondasi ekonomi yang semakin kuat serta sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor utama pendorong pasar saham.
Ia menegaskan bahwa penguatan IHSG mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi nasional, bahkan target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen dinilai realistis untuk dicapai tahun ini.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Politik | 1 hari yang lalu
TangselCity | 17 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu


