Integritas Presiden Prabowo: Tak Pandang Bulu, Rekan Sendiri Pun Ditindak Tegas
KARAWANG — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam menegakkan integritas dan supremasi hukum tanpa pandang bulu. Ia menekankan bahwa pelanggaran hukum akan ditindak tegas, siapa pun pelakunya, termasuk jika melibatkan rekan dekat atau kader partainya sendiri.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Ia menceritakan pengalamannya ketika dihadapkan pada daftar puluhan perusahaan yang terindikasi melanggar aturan dan terancam pencabutan izin.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku sengaja menolak melihat detail nama pemilik perusahaan demi menjaga objektivitas pengambilan keputusan.
“Saya bilang, saya tidak mau lihat karena saya takut ada teman saya di situ. Begitu saya intip sedikit, eh ternyata ada Gerindra. Jadi, lebih baik saya tidak mau tahu,” ujar Prabowo.
Menurut Kepala Negara, sikap tersebut diambil agar dirinya tidak terpengaruh oleh ikatan personal dalam menjalankan tugas negara. Ia menegaskan bahwa proses penindakan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Prabowo menekankan bahwa amanat Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 sudah sangat jelas, yakni bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“UUD 1945 Pasal 33 itu jelas, tidak perlu diterjemahkan lagi. Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, lebih baik keluar dari jabatan. Segera mengundurkan diri,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga memaparkan langkah konkret pemerintah dalam menyelamatkan aset negara. Hingga saat ini, pemerintah telah menyita sekitar 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang terbukti melanggar hukum. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.
“Tahun 2026 kita targetkan penyitaan tambahan 4 sampai 5 juta hektare lagi. Kita juga sudah menindak ratusan tambang ilegal dan menyelamatkan ratusan triliun rupiah uang negara,” ungkapnya.
Prabowo mengajak seluruh menteri dan jajaran Kabinet Merah Putih untuk bersatu melawan korupsi. Ia menegaskan bahwa tugas utama pemerintah adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
“Uang rakyat harus dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia. Tidak boleh satu persen pun tidak sampai ke rakyat. Ini tekad saya sebagai Presiden,” pungkasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Politik | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 17 jam yang lalu
Olahraga | 18 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 19 jam yang lalu


