TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Memprihatinkan, Tawuran di Jakarta Terus Berulang

Reporter: Farhan
Editor: AY
Kamis, 08 Januari 2026 | 10:20 WIB
Tawuran antar remaja di sekitar Tebet Eco Park. Foto : Ist
Tawuran antar remaja di sekitar Tebet Eco Park. Foto : Ist

JAKARTA – Tawuran kembali marak terjadi di Jakarta. Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena konflik antarkelompok tersebut terus berulang meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun didesak untuk mengambil langkah tegas, setelah sebelumnya berkali-kali berupaya mendamaikan pihak-pihak yang terlibat di sejumlah lokasi.

 

Memasuki awal 2026, tawuran pecah di berbagai wilayah Ibu Kota. Salah satu yang menjadi sorotan terjadi di underpass Manggarai, Jakarta Selatan, yang bahkan berlangsung dua hari berturut-turut.

 

Peristiwa ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, yang selama ini konsisten menyoroti persoalan sosial kemasyarakatan. Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta tersebut menilai, tawuran yang terjadi di underpass Manggarai, Klender, hingga Ciracas, Jakarta Timur, tidak lepas dari kurangnya peran keluarga dalam mendidik dan mengawasi anak-anak atau anggota keluarganya agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.

 

“Tawuran adalah perilaku yang menular. Karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif memastikan anggota keluarganya tidak menjadi pelaku tawuran,” ujar Justin, Sabtu (3/1/2026).

 

Menurutnya, masih banyak keluarga yang bersikap abai terhadap perilaku anggota keluarganya, termasuk ketika terlibat tawuran. Kondisi ini diperparah dengan minimnya efek jera terhadap para pelaku. “Karena tidak ada konsekuensi yang tegas,” kata dia.

 

Justin menambahkan, sudah berulang kali pelaku tawuran diamankan aparat, namun kemudian hanya dikembalikan kepada orang tua dengan seremoni permintaan maaf dan tangis haru, tanpa disertai sanksi yang jelas.

 

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengevaluasi, bahkan mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggota keluarganya terbukti terlibat tawuran.

 

“Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini terus berulang dan dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret yang benar-benar tuntas,” tegasnya.

 

Tawuran di underpass Manggarai pertama kali pecah pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 18.10 WIB. Dua kelompok warga terlibat saling serang menggunakan petasan dan batu. Kelompok yang bertikai berasal dari warga Gang Tuyul RW 04 dan Gang Magasen RW 12.

 

Bentrok kembali terjadi pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di lokasi yang sama. Untuk membubarkan aksi tersebut, aparat Kepolisian terpaksa menggunakan gas air mata.

 

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Murodih, menjelaskan bahwa penggunaan gas air mata dilakukan guna membubarkan tawuran dan menjaga situasi tetap kondusif agar tidak mengganggu pengguna jalan. “Supaya cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.

 

Sekitar pukul 16.10 WIB, situasi berhasil dikendalikan dan warga membubarkan diri. Untuk memastikan kondisi aman, polisi melakukan patroli jalan kaki dari gang ke gang di wilayah RW 04 dan RW 12 Manggarai. “Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Murodih.

 

Sejumlah langkah pencegahan telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta bersama Kepolisian untuk menekan angka tawuran di kawasan Manggarai, mulai dari pendirian posko pantau hingga kegiatan keagamaan seperti Manggarai Bersolawat.

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mengatasi persoalan tawuran. Ia berharap anak-anak muda Manggarai dapat dikenal sebagai generasi yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

 

“Saya berharap Manggarai ke depan dikenal sebagai tempat yang aman dan menyenangkan,” ujar Pramono saat menghadiri acara Manggarai Bersolawat pada Jumat (23/5/2025).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit