Gubernur DKI Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakpus
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap pelaku kekerasan, khususnya kasus penyiraman air keras yang melibatkan pelajar di Jakarta Pusat. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.
Pernyataan itu disampaikan Pramono setelah menerima laporan adanya seorang pelajar yang menjadi korban penyiraman air keras oleh tiga siswa dari sekolah lain. Insiden tersebut terjadi di kawasan Jakarta Pusat.
“Siapa pun pelakunya, menyiram air keras adalah tindakan kekerasan. Ini tidak bisa dibenarkan,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen melindungi keselamatan masyarakat dan tidak akan membiarkan aksi kekerasan, terlebih yang melibatkan pelajar.
“Saya minta aparat bertindak tegas. Tidak ada kompromi terhadap pelaku kekerasan,” tegasnya.
Tiga Pelajar Diperiksa Polisi
Sementara itu, kepolisian telah mengamankan tiga pelajar yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras di Jalan Cempaka Raya, Jakarta Pusat. Dari ketiganya, dua masih berstatus di bawah umur, sedangkan satu pelaku berusia 18 tahun.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan, para pelaku sempat berada di luar wilayah Jakarta, masing-masing di Karawang, Cikarang, dan Depok. Namun, mereka memenuhi panggilan penyidik secara kooperatif.
“Kami tidak melakukan penangkapan. Mereka kami minta hadir secara persuasif karena saat itu berada di luar kota,” ujar Roby kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Saat ini, ketiga pelajar tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat dengan masa pemeriksaan selama 3x24 jam.
“Hingga sekarang masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Korban Diserang Secara Acak
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiga pelaku diketahui merupakan siswa salah satu SMA di Jakarta Pusat. Polisi memastikan tidak ada hubungan atau saling mengenal antara pelaku dan korban.
“Perbuatannya dilakukan secara acak. Mereka melihat pelajar lain dari seberang jalan dan bertindak agresif lebih dulu. Korbannya benar-benar random,” jelas Roby.
Akibat kejadian tersebut, satu pelajar mengalami luka serius pada bagian mata dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Saat ini, korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah.
TangselCity | 23 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu









