TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

2025, Program Makan Bergizi Gratis Serap Anggaran Rp 51,5 Triliun

Reporter & Editor : AY
Jumat, 09 Januari 2026 | 09:31 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak signifikan bagi masyarakat. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi anggaran MBG sepanjang 2025 mencapai Rp 51,5 triliun, dengan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat sebesar Rp 43,3 triliun.

 

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengungkapkan, hingga 31 Desember 2025, pagu anggaran MBG telah terserap penuh. Angka tersebut melonjak dibandingkan posisi per 18 November 2025 yang masih berada di kisaran Rp 41,3 triliun.

 

“Manfaat yang langsung diterima masyarakat mencapai Rp 43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember 2025,” ujar Thomas dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

 

Sepanjang 2025, program MBG telah menjangkau sekitar 41,9 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut terus meningkat dan per 7 Januari 2026 telah mencapai 56,13 juta orang yang tersebar di 38 provinsi.

 

Untuk mendukung pelaksanaan program, hingga kini telah beroperasi 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Program ini juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan total 799.319 orang terlibat dalam operasionalnya.

 

Selain MBG, Thomas melaporkan realisasi anggaran Program Sekolah Rakyat yang mencapai Rp 6,6 triliun atau sekitar 85 persen dari pagu yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, Rp 5,4 triliun digunakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum untuk renovasi sentra pendidikan, sementara Rp 1,1 triliun dialokasikan oleh Kementerian Sosial untuk penyelenggaraan pendidikan.

“Anggaran tersebut telah digunakan untuk mendidik 15.895 siswa dari keluarga kurang mampu serta melibatkan 6.849 guru dan tenaga pendidik melalui pengoperasian 166 Sekolah Rakyat,” tambah Thomas.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat anggaran pelaksanaan MBG pada awal 2026 mencapai sekitar Rp 855 miliar per hari. Anggaran tersebut digunakan untuk mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia.

 

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, besaran anggaran harian tersebut akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penerima MBG. Ia memperkirakan, pada Mei 2026 anggaran harian akan naik menjadi sekitar Rp 1,2 triliun.

 

“Diperkirakan pada Mei nanti anggaran harian meningkat menjadi Rp 1,2 triliun per hari karena jumlah penerima manfaat terus bertambah,” ujar Dadan usai meninjau pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026).

 

Menurut Dadan, sekitar 70 persen dari total anggaran MBG digunakan untuk pembelian bahan baku makanan. Sebanyak 95 hingga 99 persen bahan baku tersebut berasal dari produk pertanian lokal, seperti beras, sayur-mayur, telur, daging, dan susu, sehingga turut mendorong perekonomian daerah.

Program MBG juga menciptakan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Setiap SPPG, kata Dadan, minimal melibatkan 15 pemasok dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Satu SPPG memerlukan sedikitnya 15 pemasok, mulai dari beras, minyak, telur, daging, ayam, susu, hingga bumbu-bumbu. Dengan begitu, MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.

 

Dadan menambahkan, penggunaan bahan baku lokal diwajibkan untuk menjamin kualitas gizi, keamanan pangan, serta keberlanjutan pasokan. Program MBG juga melibatkan tenaga profesional, seperti ahli gizi, akuntan, dan operator SPPG, guna menjaga standar pelayanan.

 

“Program ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi juga bagian dari pendidikan gizi. MBG dirancang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia jangka panjang,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan selama satu tahun mencatat tingkat keberhasilan hingga 99,99 persen. Meski demikian, Presiden menekankan bahwa pemerintah tetap menargetkan nol kesalahan dalam pelaksanaannya.

 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Taklimat Awal Tahun 2026 di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), yang dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih.

Dalam arahannya, Presiden menyebut program MBG telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat hingga awal Januari 2026.

 

“Hari ini, 6 Januari 2026, kita sudah mencapai 55 juta penerima manfaat. Sebanyak 55 juta anak Indonesia menerima makan, termasuk ibu-ibu hamil,” ungkap Prabowo.

 

Presiden menilai capaian tersebut sebagai prestasi besar, mengingat banyak negara membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjangkau jumlah penerima yang lebih sedikit. Ia mencontohkan Brasil yang memerlukan waktu hingga 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat dalam program serupa.

 

“Kita satu tahun sudah mencapai 55 juta penerima manfaat. Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha sebesar ini, pasti ada kekurangan,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit