Melalui KKM Tematik, Mahasiswa STISIP Banten Raya Diharapkan Jadi Problem Solving
KKM 2026 Dilaksanakan di 9 Desa Wisata di Pandeglang
PANDEGLANG - Mahasiswa STISIP Banten Raya diminta untuk menjadi problem solving dan berdampak bagi masyarakat. Keduanya merupakan hal yang terdapat dalam Tri Darma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa harus menempuh proses pendidikan yang ditentukan dalam kurikulum, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.
Ketua STISIP Banten Raya, Nasir mengatakan, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah momentum bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat guna memberikan kontribusi positif. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi problem solving di tengah masyarakat melalui pendekatan keilmuan yang dimiliki.
“Mahasiswa diharapkan mengaplikasikan bekal ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah didapat dari semester 1 hingga semester 5. Fokus utama adalah membantu masyarakat mengenali dan memaksimalkan potensi desa demi kesejahteraan bersama,” ujar Nasir, saat membuka Sosialisasi dan Pembekalan KKM 2026, di Kampus STISIP Banten Raya, di Pandeglang, Sabtu (10/1/2026).
Dikatakan Nasir, terdapat dua fokus utama yang sedang menjadi tren nasional dan perhatian pemerintah pusat, yakni desa wisata dan ekonomi kreatif. Berangkat dari dua hal tersebut kampus mengambil tema “Optimalisasi Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Media Sosial” pada KKM TA 2025/2026 yang diikuti oleh 105 mahasiswa ini. Melalui KKM tematik ini mahasiswa diharapkan bisa menjadi akselerator untuk mengenali potensi yang bisa meningkatkan pendapatan desa.
“Terakhir, saya berpesan kepada mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik almamater selama satu bulan masa pengabdian. Jaga sikap, jaga perilaku dan bantu desa untuk lebih berdaya,” tutupnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIP Banten Raya, Dian Wahyu Danial mengatakan, KKM ini dilaksanakan selama 30 hari, dimulai 12 Januari-12 Februari 2025. Adapun lokasi yang ditunjuk yakni sembilan desa dengan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Pandeglang. Kesembilan desa itu yakni, Desa Pasir Peuteuy di Kecamatan Cadasari, Desa Bandung di Kecamatan Banjar, Desa Sukamanah di Kecamatan Kaduhejo, Desa Sukasari di Kecamatan Pulosari, Desa Sukarame di Kecamatan Carita, Desa Banyubiru dan Desa Teluk di Kecamatan Labuan, dan Desa Citeureup dan Desa Tanjungjaya di Kecamatan Panimbang.
“Kegiatan KKM ini diharapkan dapat membangun interaksi yang kuat antara mahasiswa dengan masyarakat. Target utamanya adalah adanya aksi turun tangan langsung ke Kabupaten Pandeglang sebagai bentuk promosi nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sembilan desa yang menjadi lokasi KKM,” terang Dian.
Dirinya menyebut, keberhasilan KKM ini tentunya tidak terlepas dari peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pada KKM tahun ini terdapat sembilan DPL terpilih yang akan mendampingi kelompoknya selama 30 hari penuh.
Dalam KKM ini juga sudah disusun enam program kerja yang mesti dilaksanakan oleh mahasiswa dan juga DPL. Keenam program itu yakni, membuat media sosial sebagai sarana marketing desa dan ekonomi kreatif, membuat seminar atau manajemen pengelolaan desa wisata dan ekraf, membentuk jaringan komunitas, membentuk ekosistem pengembangan desa wisata dan ekraf, menyusun bentuk program kolaborasi dengan pihak terkait dan menyusun policy brief.
“KKM adalah proses pembelajaran untuk beradaptasi dan kembali membaur dengan masyarakat sebelum menjadi sarjana. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan masukan, saran, dan gagasan nyata bagi permasalahan yang ada di desa,” pungkas Dian.
Ketua Kelompok 2 KKM 2026, Nova Andriansyah mengatakan, kelompoknya siap melaksanakan enam program KKM yang sudah ditetapkan oleh kampus. Selain enam program tersebut berdasarkan hasil diskusi bersama, ada beberapa program tambahan yang akan dilaksanakan selama 30 hari KKM.
“Tadi untuk langkah awal adalah penyusunan struktur kelompok, pembagian tugas, memastikan basecamp dan di awal kami juga tentunya akan melakukan identifikasi masalah yang selanjutnya masalah itu dirumuskan bersama untuk dicari solusinya,” ungkap Nova.(*)
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Galeri | 2 hari yang lalu


