TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Diduga Depresi Akibat Masalah Asmara, Pemuda di Ciledug Mengamuk Bersenjata Golok

Reporter: Farhan
Editor: AY
Minggu, 18 Januari 2026 | 15:32 WIB
TKP RF bisa diamankan warga Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Foto : Ist
TKP RF bisa diamankan warga Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Foto : Ist

CILEDUG — Suasana tenang di Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, berubah mencekam pada Minggu dini hari (18/1/2026). Seorang pemuda berusia 21 tahun berinisial RF mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis golok, melukai sejumlah anggota keluarganya dan membuat warga sekitar diliputi ketakutan.

 

Berdasarkan keterangan warga dan keluarga, aksi nekat RF diduga dipicu tekanan psikologis berat akibat persoalan asmara. Emosi yang tidak terkendali membuatnya menyerang siapa pun yang berada di dekatnya, termasuk orang-orang terdekat. Warga yang panik segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.

 

Petugas gabungan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Ciledug BPBD Kota Tangerang bersama jajaran Polsek Ciledug langsung mendatangi lokasi. Setibanya di tempat kejadian, situasi masih sangat berbahaya karena pelaku terus mengayunkan golok ke segala arah. Demi keselamatan, warga diminta menjauh dan area sekitar segera diamankan.

 

Petugas UPT Damkar Ciledug, Barasetio, menyampaikan bahwa korban luka dalam insiden tersebut merupakan anggota keluarga pelaku sendiri. “Informasi dari pihak keluarga, yang mengalami luka adalah orang tua, paman, serta beberapa kerabatnya,” ujarnya.

 

Proses penanganan berlangsung cukup lama, hampir satu jam. Petugas sempat mencoba pendekatan persuasif dengan mengajak RF berkomunikasi agar menenangkan diri. Namun kondisi kejiwaannya yang labil membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

 

“Karena pelaku membawa senjata tajam dan menyerang secara membabi buta, kami terpaksa menggunakan batang bambu untuk melumpuhkannya. Prosesnya cukup panjang,” kata Barasetio.

 

Akhirnya, golok berhasil dijatuhkan dari tangan pelaku dan RF dapat dilumpuhkan. Untuk mencegah tindakan berbahaya lanjutan, tangan dan kakinya diikat sebagai langkah pengamanan. Selanjutnya, RF diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah sakit jiwa guna mendapatkan penanganan medis.

 

Hingga Minggu pagi, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif. Meski demikian, peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam dan rasa waswas di kalangan warga sekitar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit